DetikNews
Kamis 15 November 2018, 13:28 WIB

Data Sekunder Korban Lion Air Minim, Tim DVI Fokus ke DNA

Roland - detikNews
Data Sekunder Korban Lion Air Minim, Tim DVI Fokus ke DNA Kombes Sumirat (Foto: Meilika Asanti Wahyudi/detikcom)
Jakarta - Sekitar dua minggu sejak jatuhnya Lion Air PK-LQP, tim DVI masih berusaha mengidentifikasi jenazah para korban. Kurangnya data sekunder seperti pakaian atau ciri-ciri fisik, membuat Tim DVI menggantungkan harapan ke data DNA.

"Namanya identifikasi ada beberapa hal yang utama adalah identifikasi yang sifatnya primer itu ada dontologi forensik, kemudian ada sidik jari, ini proses yang bisa dikatakan lebih cepat karena sidik jari dengan adanya alat yang dimiliki tim inafis itu bisa mempercepat, dontologi juga kalau ada data antimortem dan postmortemnya terkait dengan rekam medis dari pada gigi itu juga akan mempercepat," kata Kepala Pelayanan Kesehatan Rumkit Polri Sukanto Kombes Sumirat saat konferensi pers di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2018).

"Yang terakhir saat ini adalah DNA, DNA kalau sudah terakhir tidak bisa teridentifikasi dan memang mungkin nanti ada batasan waktu setelah semua sampel ini, saat ini sebelum semua sampel mengeluarkan hasil, kita masih menunggu. Mudah-mudahan sampai hasil teakhir nanti sampel semuanya mengeluarkan hasil, ya mudah-mudahan semakin banyak yang teridentifikasi," jelasnya.


Sumirat mengatakan, proses identintifikasi akan mengalami kesulitan jika data DNA tidak ada. Apalagi sejauh ini data sekunder yang diperoleh juga sangat minim.

"Kalau DNA sudah tidak ada, ya sudah tidak lagi proses identifikasi yang bisa dilakukan, karena itu yang primer kalau yang sekunder kan data pakaian, aksesoris, dan sebagainya properti itu yang sekunder. Jadi kita hanya berharap pada yang primer khusunya pada DNA ini," tutur Sumirat.

"Jadi kita ketahui pada posmortem ini data sekunder itu sangat minim, bahkan bisa dikatakan tidak ada sekarang ini. Jadi satu-satunya kita hanya menunggu teman-teman yang dari Inafis masih terus berproses untuk mencoba data data sidik jari, yang terakhir adalah sampel dari pada yang akan dicocokkan oleh tim laboratorium," jelasnya.

Sumirat juga menyatakan adanya kesulitan DNA untuk teridentifikasi bisa jadi karena sampel yang sudah terlalu lama.

"Terjadi, pertama tidak munculnya data profile daripada DNA yang ada, yang kemudian muncul tapi sangat minim atau low profile. Sehingga ini dilakukan pemeriksaan ulang di laborarorium untuk bisa mengidentifikasi sampai semisal mungkin jadi kita sampai bisa menghasilkan profile DNA yang bisa dibaca," imbuh Sumirat.


Hingga Rabu (14/11) kemarin, sebanyak 89 jenazah berhasil diidentifikasi. Empat jenazah yang kemarin teridentifikasi antara lain:

1. Robert Susanto, laki-laki, usia 56 tahun, melalui DNA
2. Nikky Bagus Santoso, laki-laki, usia 35 tahun, melalui DNA
3. Shella, perempuan, usia 25 tahun, melalui DNA
4. Zuiva Puspita Ningrum, perempuan, usia 39 tahun, melalui DNA


Pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10). Total penumpang dan kru pesawat sebanak 189 orang.

KNKT saat ini masih mencari cockpit voice recorder (CVR) black box Lion Air nomor penerbangan JT610 tersebut. Sedangkan flight data recorder (FDR) black box masih dianalisis.


Saksikan juga video 'DNA Harapan Terakhir Identifikasi Korban Lion Air':

[Gambas:Video 20detik]


(rna/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed