DetikNews
Kamis 15 November 2018, 10:27 WIB

Tim Prabowo Minta Ketua NasDem Tegur Mendag Ketimbang Bikin Puisi

Tsarina Maharani - detikNews
Tim Prabowo Minta Ketua NasDem Tegur Mendag Ketimbang Bikin Puisi Elite parpol koalisi Prabowo-Sandiaga. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Juru bicara timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menjawab puisi 'Ambisi Jiwa Prajurit Tua' karya Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago. Ia menilai pernyataan Irma tidak substansial.

"Saya rasa Uni Irma ini sudah ketularan capresnya ya, bicara yang tidak substansial. Ini menunjukkan bahwa kegalauan mereka luar biasa, bahwa survei Pak Jokowi tidak naik-naik itu mereka rasakan sehingga mencoba menyerang personal Pak Prabowo dengan puisi," ujar Andre saat dihubungi, Kamis (15/11/2018).


Andre lantas menyinggung politikus NasDem yang berada di kabinet, yakni Mendag Enggartiasto Lukita. Ia meminta Irma sebaiknya menegur kebijakan impor yang dilakukan Enggar.

"Tegur Enggartiasto, Menteri Perdagangan dari NasDem yang kerjanya impor terus. Kebijakan impornya merugikan masyarakat banyak," sebutnya.


Menurut Andre, kebijakan impor Enggartiasto merugikan petani. Ia mencontohkan impor jagung, gula, dan semen di saat stok ketiga bahan itu oversupply.

"Contoh lagi surplus jagung, tapi impor jagung. Kemudian pabrik semen kita ini kan oversupply, kok Mendag membiarkan impor semen. Mana nasionalismenya? Mana Merah Putih Mendag yang merupakan kader NasDem?" ujar Andre.

"Lebih baik Uni Irma ingatkan Mendag asal NasDem itu daripada bikin puisi tidak substansi. Kan kasihan rakyat. Itu saran saya, ya supaya survei NasDem naik juga," imbuh dia.

Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago menuliskan puisi yang isinya berbicara tentang prajurit tua. Puisi itu diberi judul 'Ambisi Jiwa'.

Berikut ini puisi yang ditulis Irma:

AMBISI JIWA

Seorang prajurit tua mimpi di pagi buta
Berjalan gagah dalam tepukan massa, membusung dada, mimpi jadi raja

Sorak sorai membunuh jiwa, membangun asa membelah persatuan dan kesatuan bangsa
Dalam gelimang fitnah, hoax, dan SARA

Pidatonya berapi-api, tanpa isi,
Hanya luapan emosi dan modal kritisi
Sembako mahal! Indonesia hancur!
Sampai dengan 'tampang Boyolali'

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, prajurit tua belum juga terjaga, apalagi ingat salat subuh yang selalu alpa
Ambisinya terus menari dalam mimpi
beratabur benci dan caci maki pada negeri

Hangat mentari pagi mengintip dari kisi-kisi jendela
prajurit tua belum jua ingin terjaga,
sayang karena sorak sorai belum usai
Takut mimpi berakhir nestapa tiba

Tiba-tiba terdengar teriakan
'Hai prajurit tua, bangunlah'
Sang Rajawali terduduk sepi sendiri di pembaringan tanpa selimut penghangat diri

Siang tiba membuka hari, berjingkat kembali ambisi merah saga
Berbekal mimpi dini hari dan dengungan sorak sorai penggembira, prajurit tua melangkah dalam dendam membara

Dari balik pohon cemara api
Seekor nuri berbisik iba
Bangunlah pak tua, berikan optimismu pada Indonesia

Harga sembako di pasar masih terjaga, tempe 5000 masih setebal bata
Indonesia masih akan tetap berjaya
Meski badai silih berganti tiba-tiba
Karena garuda Pancasila selalu siap siaga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Pancasila
(tsa/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed