DetikNews
Kamis 15 November 2018, 10:28 WIB

4 Pegawai Somasi PT Reasuransi Indonesia soal Status Karyawan

Fajar Pratama - detikNews
4 Pegawai Somasi PT Reasuransi Indonesia soal Status Karyawan Ilustrasi pegawai tengah bekerja. (Thinkstock)
Jakarta - Empat pegawai dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) melayangkan somasi kepada pihak perusahaan. Pangkal masalahnya adalah perusahaan dianggap ingkar janji mengenai status karyawan.

Empat pegawai itu adalah Ahmad Amiruddin, Heri Santoso, Inayati, dan Chita Dewi Arijani. Mereka menuntut direksi PT Reasuransi Indonesia Utama (dulu bernama PT Asei Reasuransi Indonesia) terkait hak-hak sebagai karyawan perusahaan induk yang seharusnya mereka dapatkan.

Persoalan bermula ketika Ahmad Amiruddin dan kawan-kawan, yang merupakan pegawai tetap PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), diperintahkan menjalankan tugas pada anak perusahaan, yakni PT Asuransi Asei Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Asei Reasuransi Indonesia (Persero) No. 29/089/SKD.KE/HKM tertanggal 29 Oktober 2014 tentang Penugasan Pegawai PT Asei Reasuransi Indonesia (Persero) pada Anak Perusahaan (PT Asuransi Asei Indonesia).

"Di mana penugasan Ahmad Amiruddin dkk tersebut tidak mengubah status kepegawaian mereka sebagai para pegawai tetap dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)," demikian pernyataan tertulis dari kuasa hukum empat pegawai tersebut, Endang Hadrian, kepada wartawan, Kamis (15/11/2018).

Endang mengatakan jangka waktu dan pengakhiran perjanjian penugasan Ahmad Amiruddin cs pada PT Asuransi Asei Indonesia berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Perjanjian Individu antara Pegawai dan PT Asuransi Asei Indonesia--tentang Pelaksanaan Penugasan Pegawai PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) d/h PT Asei Reasuransi Indonesia (Persero) Pada Anak Perusahaan--adalah terhitung sejak tanggal efektif pelaksanaan spin off, yaitu 18 Desember 2014 sampai Masa Pensiun, yaitu 55 tahun.

"Ahmad Amiruddin dkk sendiri sudah memasuki usia 55 tahun dan menjelang usia 55 tahun, dengan demikian secara hukum Ahmad Amiruddin dkk telah selesai menjalani masa penugasannya di anak perusahaan, yakni PT Asuransi Asei Indonesia, sehingga Ahmad Amiruddin dkk wajib ditarik dan/atau dikembalikan kembali dari PT Asuransi Asei Indonesia kepada PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) sambil menunggu usia pensiun 56 tahun, berikut dengan pembayaran hak yang semestinya diperoleh karena masa pensiun di PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) adalah 56 (lima puluh enam) tahun. Hal ini berdasarkan Pasal 45 ayat (2) Perjanjian Kerja Bersama PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)," ujar Endang.

Endang menyatakan permintaannya itu telah sejalan dengan Undang-Undang BUMN dan surat Anjuran Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Selatan No. 3621/-1835.1 tertanggal 21 Agustus 2018, yang pada pokoknya menganjurkan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dan PT Asuransi Asei Indonesia menarik dan/atau mengembalikan kliennya ke perusahaan induk lengkap dengan pembayaran hak yang semestinya diperoleh oleh Klien kami yang belum dibayarkan.

Atas permasalahan tersebut, Endang Hadrian mengaku sudah berdiskusi dengan kliennya, "Kami sepakat bahwa rencananya dalam waktu dekat ini akan mengajukan upaya hukum atas permasalahan ini." Endang juga kemudian melampirkan dokumen somasi perihal persoalan ini.

PT Reasuransi Indonesia Tepis Melanggar Aturan

Dimintai konfirmasi secara terpisah, pihak PT Reasuransi Indonesia Utama menyatakan anggapan yang menyebutkan perusahaan tersebut melanggar aturan. Sekretaris Perusahaan PT Reasuransi Indonesia Utama Novis Asria menyatakan pihaknya selalu mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Adalah tidak benar PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dinilai telah melanggar sejumlah ketentuan ketenagakerjaan. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) adalah badan usaha yang selalu berkomitmen melaksanakan segala ketentuan hukum yang berlaku. Permasalahan perselisihan hubungan industrial merupakan hal yang sangat lumrah serta dapat terjadi di badan usaha manapun," ujar Novis.

Menurut Novis, sangatlah tidak berdasar apabila disebutkan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) telah melanggar ketentuan ketenagakerjaan. Novis mengatakan persoalan ini sedang ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Terlebih permasalahan ini sedang dalam proses hukum penyelesaian perselisihan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Kami belum bisa menyampaikan secara rinci permasalahan yang sesungguhnya terjadi, namun pada prinsipnya, kami sangat menghormati upaya Bpk Amiruddin dkk untuk mengajukan upaya hukum perselisihan hubungan industrial, dengan demikian segera ada kejelasan mengenai permasalahan yang sesungguhnya terjadi," tutur Novis.
(fjp/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed