DetikNews
Rabu 14 November 2018, 22:48 WIB

2 Pekerja Bangunan di Papua yang Disandera KKB Dibebaskan

Wilpret Siagian - detikNews
2 Pekerja Bangunan di Papua yang Disandera KKB Dibebaskan Dua pekerja bangunan yang dibebaskan (Wilpret/detikcom)
Jayapura - Dua pekerja bangunan di Kabupaten Puncak, Papua, yakni Seldi Butungbulanan (19) dan Arianto (21), menjadi korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Setelah proses negosiasi, keduanya kini sudah dibebaskan.

Keduanya dibebaskan setelah Sekda Kabupaten Puncak Abraham Bisay, Kepala Distrik Omukia Karlos Murib, dan tokoh masyarakat Ram Uamang bersama Kapolsek Ilaga Iptu Menase Sayori melakukan negosiasi dengan pihak KKB pimpinan Militer Murib.

"Benar, ada penyanderaan dua pekerja bangunan di Puncak. Kedua tukang bangunan itu sedang membangun gedung SD Negeri Gome, di Ilaga, Kabupaten Puncak," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad M Kamal saat dimintai konfirmasi, Rabu (14/11/2018).



Menurut Kamal, keduanya disandera anggota KKB pimpinan Militer Murib saat mereka sedang belanja di kios Ibu Agustina sekitar pukul 04.30 WIT di Ilaga. Tiba-tiba pekerja itu dihadang lima orang anggota KKB wilayah Puncak, tiga di antaranya memegang senjata api, lalu mengancam keduanya dan membawanya ke atas bukit.

"Pemilik kios, Ibu Agustina, yang melihat kejadian itu, kemudian melaporkan kepada om korban, Daud Tandukulangi. Selanjutnya melaporkan kejadian ke Mapolsek Ilaga," jelas Kamal.



Mendapatkan laporan tersebut, lanjut Kamal, Kapolsek Ilaga Iptu Menase Sayori melakukan koordinasi dengan instansi setempat. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya kedua pekerja bangunan itu dilepaskan.

"Sandera dibebaskan dan dijemput oleh Kapolsek bersama anggota di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, kemudian dibawa ke Mapolsek Ilaga guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Kamal.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed