DetikNews
Rabu 14 November 2018, 14:48 WIB

Jalan Baru Dibangun, Bali Utara-Selatan Bisa Ditempuh Hanya 1,5 Jam

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jalan Baru Dibangun, Bali Utara-Selatan Bisa Ditempuh Hanya 1,5 Jam Foto: Koster tekan tombol proyek jalan Bali Utara-Selatan (dita/detikcom)
Buleleng - Proyek pembangunan jalan baru batas kota Mengwitani-Singaraja, Bali telah dimulai. Jalan baru ini merupakan proyek jalan shortcut dari kawasan Bali Selatan ke Bali Utara.

Pembangunan jalan shortcut ini diawali dengan ground breaking di titik 5 dan 6 di Desa Pegayaman, Buleleng. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan jalan shortcut ini sudah sangat dinantikan masyarakat Buleleng.

"Sudah lama keinginan masyarakat Bali adanya shortcut Buleleng ini. Mungkin jodohnya baru kali ini terwujud. Kebetulan bupatinya back ground insinyur tahu kebutuhan dan tahu memperjuangkannya. Sekarang nyambung keinginan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, ada inisiatif dari daerah," kata Koster dalam sambutannya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (14/11/2018).

Koster menambahkan pembangunan jalan shortcut ini ditargetkan selesai pada 2021 mendatang. Diharapkan dengan adanya jalan shortcut ini pembangunan antara Bali Selatan dan Utara kini lebih merata.

"Kenapa kami sangat concern infrastruktur? Karena menurut saya Bali itu tujuan wisata dunia, Bali ini sudah sangat terlambat membangun infrastruktur 5 tahun periode kepemimpinan saya pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. Makanya segala upaya akan dilakukan untuk mempercepat pembangunan ini, khususnya shortcut Singaraja-Denpasar," ujarnya.

Dia mengatakan untuk pembangunan shortcut ini, pemerintah provinsi telah menganggarkan biaya pembebasan lahan senilai Rp 200 miliar. Dia memastikan pembebasan lahan untuk pembangunan proyek shortcut ini dilakukan secara manusiawi.

"Kami minta Kadis PU segera selesai pokoknya akhir November penyediaan lahan 2019 sudah harus selesai nggak usah lama-lama, jangan sampai ada masalah. Kalau ada rumah yang harus dipindah-pindah, dibangunkan lebih bagus, lengkap dengan sanggahnya supaya menggusur orang dengan manusiawi. Pembebasan lahan untuk FS dan DED dari provinsi kami menganggarkan Rp 200 miliar, ini juga berkat bantuan DPRD karena belum pernah ada anggaran infrastruktur untuk satu tema sebesar itu sudah aja selesaikan, " urai Koster.

Pembangunan titik 5 dan 6 ini disebut mempersingkat waktu tempuh dari Denpasar ke Buleleng hingga satu jam perjalanan. Selain itu, rute ini lebih bersahabat bagi pengendara.

"Titik 5-6 ini yang paling ekstrem, total dari 15 tikungan dipotong tinggal 5, grade (kemiringan) 8-12 derajat menjadi 6 derajat tanjakan jadi lebih landai dan lebih nyaman. Kalau biasanya mabuk (darat) mudah-mudahan tidak lagi, " kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jatim-Bali Kementerian PUPR I Ketut Darmawahana di lokasi yang sama.

"Hubungan Bali utara dengan selatan akan lebih cepat, apalagi seluruhnya selesai. Waktu tempuh Denpasar ke Buleleng dari 2,5 jam menjadi 1,5 jam," terangnya.
(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed