Dua Kadernya di Pilkada, PDIP Wonogiri Belum Lapor ke DPP

Dua Kadernya di Pilkada, PDIP Wonogiri Belum Lapor ke DPP

- detikNews
Sabtu, 27 Agu 2005 07:33 WIB
Solo - Pilkada di Wonogiri pada 17 September nanti dipastikan akan terjadi 'perang saudara' di tubuh PDIP. Dua kader partai berlambang kepala Banteng ini akan bertarung merebut jabatan bupati Wonogiri.Dua kader PDIP yang maju di Pikada ini adalah Ketua DPC PDIP Wonogiri Danar Rahmanto yang menggunakan koalisi partai akan menantang Begug Purnomosidi yang direkomendasi PDIP. Namun hingga saat ini DPC PDIP Wonogiri belum mengirimkan surat ke DPP perihal tersebut.Danar Rahmanto berpasangan dengan Suprapto (Sekda Kabupaten Sukoharjo) maju lewat koalisi PAN, PKS dan Partai Demokrat. Sedangkan pasangan Begug Purnomosidi dan Sumarmo (Ketua DPD Partai Golkar Wonogiri) maju setelah mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Begug dan Sumarmo adalah pejabat incumbent bupati dan wakil bupati Wonogiri.Meskipun terdapat kadernya yang menentang rekomendasi, DPC PDIP Wonogiri hingga saat ini belum mengirimkan surat laporan atau pemberitahuan kepada DPD maupun DPP partainya. Padahal dalam rekomendasi dijelaskan, seluruh kader yang berada di daerah pemilihan diwajibkan mendukung calon yang mendapat rekomendasi."Sejauh ini memang kami belum membuat laporan ke DPD maupun DPP PDIP. Persoalan itu tidak perlu dilakukan dengan emosional dan tergesa-gesa. Nanti akan waktu yang menurut kami paling tepat untuk melaporkan tersebut," ujar Ketua DPC PDIP Wonogiri Sugimin JS kepada detikcom, Sabtu (27/8/2005).Sugimin tidak bersedia menyebutkan batas waktu maupun kondisi seperti apa yang dinilai tepat itu. Namun demikian dia menegaskan, sebetulnya Danar Rahmanto secara faktual bukan lagi kader PDIP meskipun dia adalah pengurus struktural di partai banteng gemuk dalam lingkaran tersebut.Ketika Danar secara resmi ditetapkan sebagai calon bupati dari partai lain,lanjut Gimin, maka saat itu pula Danar sudah tidak layak lagi disebut atau menyebut diri sebagi kader PDIP karena telah melawan perintah partai. Tanpa ada laporan sekalipun, Gimin yakin semua pihak di PDIP tahu bahwa ada pembangkangan tersebut melalui pemberitaan dan informasi-informasi informal di partai."Namun sesuai aturan memang pemberian sanksi itu diberikan oleh DPP setelah ada laporan dari kami. Saya sangat yakin bahwa nanti kami mengirimkan laporan Danar pasti akan dikenai sanksi karena pelanggaran dan perlawanan yang dilakukannya sangat terbuka. Kita tunggu saja waktunya nanti yang paling tepat," ujar Gimin yang juga Ketua DPRD Wonogiri tersebut. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads