DetikNews
Rabu 14 November 2018, 11:53 WIB

Jawab Gerindra, Andi Arief Singgung Janji-janji Prabowo ke SBY

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jawab Gerindra, Andi Arief Singgung Janji-janji Prabowo ke SBY Andi Arief (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkit janji Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY untuk mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Wasekjen PD Andi Arief membenarkan Muzani tetapi menyinggung janji-janji Prabowo untuk SBY.

"Memang SBY menjanjikan kampanye untuk Prabowo, tetapi silakan ditanya ke Pak Prabowo berapa janji yang belum dipenuhi ke Demokrat dan SBY," kata Andi Arief di akun Twitter-nya dan mengizinkan detikcom mengutipnya, Rabu (14/11/2018).


Andi meminta elite Partai Gerindra tak mengeluarkan komentar yang bisa membuat pihak-pihak terkait berspekulasi. Dia menegaskan Demokrat, meski berada di koalisi Prabowo-Sandi, tidak bisa didikte.

"Sebaiknya pimpinan Partai Gerindra yang tidak hadir (karena memang tidak diundang) untuk menahan berkomentar spekulatif. Koalisi itu bukan fusi. Partai Demokrat punya kemandirian dan tidak bisa didikte, namun komitmen koalisi tetap dijalankan," tutur Andi.


Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam era presiden ke-6 RI SBY itu meminta ada rasa saling hormat di antara partai koalisi Prabowo-Sandi. Meski demikian, Andi menegaskan SBY dan Demokrat bisa memberi suara untuk pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2019 itu.

"Partai Demokrat dan SBY bisa dan sangat mungkin mendapatkan suara buat Pak Prabowo-Sandi. Tapi sebaliknya, hanya Partai Demokrat dan SBY serta kader yang bisa selamatkan suara partai. Hormati sikap kami yang mana yang harus didahulukan. Ini siasat dalam koalisi," ucap Andi.

Lalu, apa yang diutamakan kader berlambang mirip logo Mercy dalam Pemilu 2019 kali ini, suara partai atau Prabowo-Sandi? Andi menegaskan mereka mengutamakan Partai Demokrat.

"Pilihan kami sudah final. Demokrat first. Menyelamatkan suara partai sambil memenangkan komitmen koalisi Prabowo-Sandi. Kalau suara Partai Demokrat besar, kemungkinan Prabowo-Sandi menang ada," jelasnya.


"Pilpres sudah bisa disimpulkan sementara. Jokowi-Ma'ruf menang lawan Prabowo-Sandi. Tetapi, ganti presiden menang melawan Jokowi-Ma'ruf," sebut Andi.

Sebelumnya diberitakan, Muzani berbicara tentang hubungan Partai Gerindra dengan Partai Demokrat, khususnya SBY. Dia lalu berbicara janji SBY mengampanyekan Prabowo-Sandi.

"Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi," kata Muzani.


Saksikan juga video 'Bagi-bagi Buku Prabowo Dinilai Politik Uang, Ini Pembelaan Sandi':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed