DetikNews
Selasa 13 November 2018, 21:05 WIB

Setelah Sandi, Kini Jokowi Dicap Santri

Noval Dhwinuari Antony, Marlinda Oktavia Erwanti, Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Setelah Sandi, Kini Jokowi Dicap Santri Jokowi di Jembatan Suramadu. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Label 'santri' kini seakan jadi rebutan dalam ajang Pilpres 2019. Setelah cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dilabeli santri, kini giliran capres Joko Widodo (Jokowi).

"Itu saya dapat cerita dari Situbondo. Beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan. Yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo," kata cawapres pasangan Jokowi, Ma'ruf Amin, di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).


Situbondo yang dimaksud Ma'ruf Amin adalah salah satu ponpes di Jawa Timur. Ma'ruf mengatakan Jokowi tidak mondok di Situbondo. Jokowi, kata Ma'ruf, hanya dianggap sebagai santri Situbondo karena ada kesamaan dalam jalur keilmuan.

"Jadi dia belajar agama kepada seorang guru yang dia alumni dari Situbondo. Oleh karena oleh Situbondo dianggap dia punya jalur keilmuan dan dianggap santrinya Situbondo," ujar Ma'ruf.

Kebetulan Ma'ruf juga merupakan Rais Aam Nahdlatul Ulama. Tetapi pernyataan Ma'ruf kemudian ditanggapi oleh partai dari kubu pengusung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau jujur, melihat sejarahnya, melihat keluarganya, rasanya lebih cocok Sandi disebut santri. Karena lahir dari keluarga yang dekat dengan Islam dan aktivis Islam," kata Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid.



Sodik lantas mempertanyakan batasan seseorang bisa disebut santri. Dia kemudian membuat batasan santri versinya.

"Jadi, satu, bukan hanya yang paham ilmu agama, bukan hanya paham fikih, bukan hanya mondok di pesantren, bukan hanya bisa baca kitab kuning, tapi mereka adalah lahir dari budaya Islam, mereka punya komitmen kepada Islam, mereka punya akhlak yang islami, mereka punya akhlak kepada bangsa," papar Sodik.

Soal label santri untuk Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengaku baru dengar. Tetapi, menurutnya, secara umum label santri bisa berkaitan dengan pilpres.

"Itu kan jumlah santri banyak, tentu akan ada juga efeknya, pasti itu. Tetapi kalau semua orang menjadi santri, itu mana mungkin itu," ujar dia.

Santri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti orang yang mendalami agama Islam. Makna kedua dari kata 'santri' adalah orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh.

Predikat santri pernah disematkan oleh Presiden PKS Sohibul Iman pada Sandiaga Uno. Predikat itu diberikan tepat pada hari yang sama dengan pendaftaran pasangan calon ke KPU.

Sandiaga Uno.Sandiaga Uno (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)

"Mungkin beliau (Sandiaga) dalam kacamata kita selama ini tidak terkategori sebagai santri. Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam modern, tetapi beliau mengalami proses spiritiualisasi dan islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan Saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era post-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman," kata Sohibul di deklarasi Prabowo-Sandi, di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

Setelah itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid memberi predikat ulama untuk Sandi. Dia mengutip makna ulama dalam Surat As-Syura dan Surat Al-Fatir.

"Menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi. Perilakunya, ya perilaku yang juga sangat ulama, beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama. Bahwa kemudian beliau tidak bertitel 'KH' karena memang beliau tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan," tutur Hidayat di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/9).
(bag/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed