DetikNews
Selasa 13 November 2018, 18:57 WIB

Prabowo-Sandi Optimalkan Kekuatan Relawan Menangi Pilpres 2019

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Prabowo-Sandi Optimalkan Kekuatan Relawan Menangi Pilpres 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak hanya menyandarkan mesin pemenangan ke parpol pengusung. Tim akan mengoptimalkan kekuatan relawan demi memenangi Pilpres 2019.

"Kemenangan Prabowo kita galang dengan kekuatan relawan yang sekarang relawan itu tidak lagi dibatasi oleh kekuatan partai atau kekuatan koalisi termasuk kekuatan caleg. Mereka secara suka dan rela berjuang dengan caranya masing-masing," ujar Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Muzani, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Relawan disebut Muzani berjuang dengan sukarela. Mereka juga diyakini punya cara-cara pemenangan tersendiri.




Sekjen Gerindra ini juga mencontohkan relawan Prabowo-Sandiaga yang ditemuinya di Hong Kong. Di sana, para relawan mengumpulkan dana swadaya untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga.

"Para pekerja di Hong Kong urunan 40 sampai 50 dolar Hong Kong, kira-kira satu dolar 1.900, ratusan orang sewa mobil. Kemudian mereka masak-masak segala macam, hanya untuk menyampaikan sebuah semangat mendukung Prabowo-Sandi, misalnya seperti itu. Demikian juga di Malaysia dan seterusnya," paparnya.

Tak hanya di luar negeri, kata Muzani, banyak relawan di Indonesia, seperti kiai, majelis taklim, ibu-ibu dan lainnya yang mendukung Prabowo-Sandiaga melakukan hal serupa. Mereka bersatu dan secara sukarela memperjuangkan Prabowo-Sandiaga.





"Itu yang terus terang kalau kita biayai begitu besar biayanya, anggarannya begitu besar, budgetnya begitu gede. Kami merasa optimisme dibangun oleh itu. Padahal tadinya tidak seperti itu, tadinya adalah partai tidak sekadar melahirkan tiket. Partai melahirkan tiket sekaligus kendaraan menghantarkannya," kata Muzani.

"Kalau dengan demikian maka partai hanya melahirkan tiket. Itu kemudian presiden wapres jalan sendiri, ini yang problem. Maka nanti presiden dipilih oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan keputusan Senayan. Itu yang akan terjadi," sambungnya.

Namun, Muzani menegaskan, mesin partai koalisi tetap akan dimanfaatkan. Hanya saja, mesin partai tak lagi menjadi tumpuan bagi Prabowo-Sandiaga untuk menggalang suara.

"Mesin partai koalisi tetap kita laksanakan tetapi kalau hanya bertumpu pada itu tidak ini, kurang memadai. Harus kita explore terus semua potensi dan kekuatan yang ada di masyarakat, baik profesi, kedaerahan, jenis kelamin, umur dan segala macam harus kita mobilisir untuk menjadi sebuah kekuatan pemberdayaan kemenangan Prabowo-Sandi," pungkas Muzani.
(mae/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed