Tanggapi Politik Genderuwo-Sontoloyo, JK: Visi-Misi Nanti di Debat

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 13 Nov 2018 17:18 WIB
Foto: Wapres JK. (Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wajar jika kandidat capres-cawapres memberi pernyataan kontroversial, salah satunya pernyataan Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo hingga sontoloyo. Visi-misi capres-cawapres akan dipaparkan saat debat Pilpres 2019.

"Ini kan masih 5 bulan lagi, biasanya itu nanti visi itu nanti pada debat-debat TV," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018). JK menanggapi pernyataan capres-cawapres akhir-akhir ini yang dinilai kurang substansial ke pemaparan visi-misi.


Menurut JK, di setiap kontestasi pemilu atau pilpres selalu ada pernyataan kontroversial yang disampaikan kandidat. Dia pun menjelaskan 3 macam model kampanye.

"Ya di mana-mana begitu (ada pernyataan kontroversial). Itu ada namanya 3 macam kampanye, kampanye positif, kampanye negatif, kampanye hitam," ujarnya.

"Itu yang saling buka kampanye negatif namanya. You (kamu) salah kita ungkap, you punya kesalahan. Karena itu jangan berbuat salah lah, salah bicara, salah bertindak, salah apa, macam-macam," lanjutnya.

Selain pernyataan kontroversial capres-cawapres, menurut JK, saat ini adalah momentum timses saling berdebat.

"Sekarang baru bicara kan umumnya orang lain. Yang berdebat di TV itu kan masih tim sukses belum calonnya sendiri. Calonnya nanti kan 2-3 bulan sebelumnya (Pilpres) baru. Nah itu baru bicara program di situ," tuturnya.


Meski banyak saling sindir dan pernyataan kontroversial yang dikeluarkan 2 kubu, JK melihat kondisi masyarakat menghadapi Pilpres 2019 masih kondusif.

"Ada konflik nggak? Nggak ada kan? Ya kondusif artinya," pungkasnya.


Simak Juga 'Jokowi Ungkap Politik Genderuwo, Ini Reaksi Eggi Sudjana':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)