Kasus Korupsi Proyek Danau Wisata, 3 Terdakwa Dituntut 5 Tahun Bui

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 13 Nov 2018 16:50 WIB
Pekanbaru - Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menggelar sidang kasus korupsi proyek pembuatan danau untuk objek wisata. Jaksa menuntut 3 terdakwa itu dengan 5 tahun penjara.

Agenda sidang tuntutan ini digelar di PN Pekambaru pada Selasa (13/11/2018). Mereka yang duduk di kursi pesakitan, Kepala Seksi Pramuka Dinas Pariwista, Pemuda dan Olahrga (Dispora), Rohil, Siadin. Direktur CV Vitra Kumala, Wira Saputra selaku pemenang proyek membuat danau dan terdakwa M Taufik selaku konsultan pengawas.

"Menuntut kepada terdakwa Saidin, Wira Saputra dan Mohammad Taufik dengan pidana penjara selama 5 tahun," kata JPU, Mochtar Arifin cs di hadapan mejelis hakim. Sidang ini dipimpin majelis hakim, Bambang Myanto, anggota majelis Dahlia Panjaitan dan Yanuar Anardi.

JPU menyebutkan, ketiga terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. Para terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 200 juta per orang.

Sedangkan uang ganti rugi ke negara sebesar Rp 449 juta, jaksa membebankan kepada terdakwa Wira Saputra. Sidang akan digelar kembali pekan depan dengan agenda pledoi (pembelaan) dari para terdakwa.

"Silakan saudara terdakwa dan penasihat hukum menyiapkan pledoi pekan depan," kata Ketua Majelis Bambang.

Proyek pembuatan danau untuk objek wisata ini terjadi pada tahun 2013 silam. Nilai proyek berasal dari APBD Pemkab Rokan Hilir (Rohil) senilai Rp 1,7 miliar.

Dalam perjalanannya, proyek pembuatan danau ini dananya dialihkan ke pembangunan jembatan Padamaran. Akhirnya proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi walau anggaran sudah cair 100 persen.

Hasil audit BPKP ditemukan penyimpangan pelaksanaan proyek yang merugikan negara sebesar Rp 449 juta. (cha/asp)