DetikNews
Selasa 13 November 2018, 15:57 WIB

Jokowi Dianggap Santri, Gerindra: Lebih Cocok Sandi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jokowi Dianggap Santri, Gerindra: Lebih Cocok Sandi Sodik Mujahid (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Gerindra ikut mengomentari pernyataan cawapres nomor urut 01 yang mengaku mendapat cerita bahwa capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dianggap sebagai santri Situbondo. Menurut Gerindra, harus ada batasan yang jelas perihal definisi santri.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid kemudian mengungkit sebutan 'santri' yang disematkan ke Sandiaga Uno. Saat itu banyak pihak yang memprotes saat cawapres nomor urut 02 itu disebut sebagai santri.



"Berarti kita harus sepakat tentang batasan bagi santri. Dulu ketika Hidayat Nur Wahid mengatakan Sandi dengan perilaku-perilaku yang soleh dikatakan santri, itu diprotes. Dengan sekarang cawapres, ulama besar, mantan Ketua Majelis Ulama, untuk sesosok Jokowi saja itu dianggap santri," ujar Sodik di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Padahal, kata Sodik, sebutan 'santri' lebih cocok jika dialamatkan kepada Sandiaga. Mengingat, berdasarkan sejarah dan keluarga, Sandiaga disebutnya dekat dengan Islam.

"Padahal kalau jujur, melihat sejarahnya, melihat keluarganya, rasanya lebih cocok Sandi disebut santri. Karena lahir dari keluarga yang dekat dengan Islam dan aktivis Islam," katanya.



"Tapi terlepas dari itu berarti kita harus sepakat sekarang, memberikan batasan baru terhadap definisi santri," imbuh Sodik.

Lalu, seperti apa batasannya menurut Sodik?

"Jadi, 1, bukan hanya yang paham ilmu agama, bukan hanya paham fikih, bukan hanya mondok di pesantren, bukan hanya bisa baca kitab kuning, tapi mereka adalah lahir dari budaya Islam, mereka punya komitmen kepada Islam, mereka punya akhlak yang islami, mereka punya akhlak kepada bangsa," paparnya.

Sodik mengatakan nantinya, dengan batasan baru tersebut, tidak sembarang orang bisa disebut sebagai santri. Termasuk Jokowi dan Sandiaga.

"Ya kalau bikin batasan baru, lahir batasan baru. Kalau batasan lama ya tentu tidak, dong. Karena Sandi kemarin pun diprotes. Kalau batasan lama itu lebih cocok Sandi, kecuali jika ada batasan baru yang bisa mengakomodasi seorang sosok Jokowi masuk santri, iya nggak. Tapi batasan baru ini kemudian jangan mendegradasi bobot seorang santri, bobot seorang ulama," ujar Sodik.

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mendapat cerita bahwa capres petahana Joko Widodo dianggap sebagai santri Situbondo. Menurut Ma'ruf, ada hubungan keilmuan antara Jokowi dan tokoh di Situbondo.

"Itu saya dapat cerita dari Situbondo. Beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan. Yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo," kata Ma'ruf Amin di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.


Simak Juga 'PPP Sindir Sandi Santri Dadakan':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed