Petugas Angkut Sampah yang Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 13 Nov 2018 14:52 WIB
Sampah menumpuk di Pintu Air Manggarai. (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Intensitas hujan yang meningkat di Jawa Barat dan Jakarta berdampak terhadap penumpukan sampah di Pintu Air Manggarai. Sampah yang menumpuk itu sudah mulai diangkut petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.

Pantauan detikcom di Pintu Air Manggarai, Jl Tambak, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018), pengangkutan sampah dilakukan menggunakan 1 alat berat. Ada 7 petugas yang turun ke air untuk mengumpulkan sampah-sampah tersebut.

Kepala UPK Badan Air Sudin LH Jakpus Rohmat mengatakan pengangkutan sampah dilakukan sejak kemarin. Menurutnya, sampah-sampah sudah menumpuk di pintu air sejak Senin (12/11) dini hari.




"Sebetulnya sampah sudah (menumpuk) dari kemarin, dari pukul 03.00 pagi. Terus kita tangani pukul 07.00-23.00. Mungkin ini (sampah hari) cuma sisa-sisa ya, mudah-mudahan hari ini kelar semua nih," kata Rohmat kepada wartawan di Pintu Air Manggarai, Selasa (13/11).

Rohmat menuturkan sampah yang dapat diangkut pada Senin (12/11) setara dengan 66 truk. Sementara itu, untuk sampah yang diangkut hari ini baru 8 truk.

Sampah di Pintu Air ManggaraiSampah di Pintu Air Manggarai. (Farih Maulana Sidik/detikcom)


"Kalau ukurannya tonnya saya nggak bisa pastiin, yang jelas itu kemarin sampai pukul 23.00, dari pagi, 66 truk. Kemudian hari ini, lanjutannya baru terangkut 8 truk. Kegiatan masih berlanjut, kemungkinan bisa lebih," terang Rohmat.




Rohmat melanjutkan sebagian besar sampah yang menumpuk berupa kayu dan bambu, tapi ada juga sampah plastik. Sampah-sampah yang diangkut lalu dibuang ke tempat pembuangan sementara. Setelah itu, barulah sampah dibuang ke Bantargebang.

"Mayoritas sampahnya, sampah-sampah alam, bambu, kayu, semua sampahnya kiriman juga sudah tercampur sampah rumah tangga wilayah Jakarta, seperti plastik dan styrofoam. Sampah-sampah tersebut akan dibawa ke tempat penampungan sementara di Jalan Perintis Kemerdekaan," terang Rohmat. (zak/hri)