Mabes Polri Bantah Umar Patek Tewas di Filipina
Jumat, 26 Agu 2005 16:22 WIB
Jakarta - Kabar buron bom Bali, Umar Patek, tewas di Filipina cuma isapan jempol! Setelah melakukan pelacakan, Mabes Polri menegaskan bahwa kabar itu tidak benar. Bantahan ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2005).Setelah mendapat kabar kematian Umar Patek di Hutan Sitio Tinugos Datuk Odin Sin Suat di Maguandao, Filipina Selatan, Mabes Polri langsung melacaknya. Tapi, hasilnya ternyata nihil. Hal ini berdasarkan laporan Senior Liaison Officer Polri KBRI Manila Kombes Pol Bambang Saydi pada 18 Agustus 2005.Dalam laporan tersebut, Bambang mengaku telah dihubungi Philipine National Police (PNP) Region Officer 9 Region Intelegence and Investigation Division Jamboaga City, yaitu PSSUPT Angelito A Cansimbiro.Cansimbiro menyampaikan bahwa PNP belum dapat memastikan kematian Umar Patek serta tidak benar bahwa PNP telah menerima mayat yang diduga Umar Patek untuk dilakukan uji tes DNA.Selain itu, pelacakan juga dilakukan Bidang Penerangan Konsulat Jenderal RI di Davao, Bambang Gunawan, yang telah melakukan pembicaran langsung dengan MILF.Hasilnya pun idem. "Dijelaskan bahwa mayat tersebut bukan Umar Patek WNI yang merupakan buron kasus bom Bali," kata Aryanto.Umar Patek, buron teroris bom Bali, kembali dikabarkan tewas ditembak polisi militer Filipina Selatan. Umar Patek dikenal sebagai ahli perakit bom dan diduga terlibat peledakan bom di kawasan pantai Kuta, Denpasar, Bali, 12 Oktober 2002. Dia melarikan diri dan menjadi buron bagi Polri. Kabar tewasnya Umar Patek ini tidak sekali ini saja. Sebelumnya, Umar Patek pernah diberitakan tewas dalam baku tembak dalam serangan udara oleh aparat keamanan Filipina di selatan pulau Mindanao, Kamis 27 Januari 2005 lampau.
(aan/)











































