DetikNews
Senin 12 November 2018, 22:30 WIB

Ma'ruf Amin Bicara Orang Buta, Digugat Tunanetra

Gibran Maulana Ibrahim, Samsudhuha Wildansyah, Mukhlis Dinillah - detikNews
Maruf Amin Bicara Orang Buta, Digugat Tunanetra KH Ma'ruf Amin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Pernyataan cawapres KH Ma'ruf Amin soal orang 'buta' dan 'budek' yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai polemik. Karena pernyataan itu, para penyandang disabilitas di Jawa Barat tersinggung dan menuntut Ma'ruf meminta maaf.

Ma'ruf sebetulnya sudah menjelaskan maksud 'buta-budek' yang dilontarkan saat memberikan sambutan deklarasi Barisan Nusantara di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018). Ma'ruf menegaskan maksud 'buta-budek' itu merujuk pada pihak yang tak bisa melihat prestasi pemerintahan Jokowi.

"Kalau ada orang yang mengingkari kenyataan, apa yang telah dilakukan oleh Pak Jokowi, kalau (ada) ya. Saya nggak nuduh siapa-siapa, kalau, namanya kalau, ya, apa yang sudah dilakukan, misalnya infrastruktur, jalan-jalan, lapangan terbang, pelabuhan, pendidikan, fasilitas kesehatan. Kalau mengingkari itu semua, itu kan kayak orang buta, nggak melihat, dan kayak orang budek, jadi saya tidak menuduh," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).




Namun penyandang disabilitas yang tergabung dalam Forum Tunanetra Menggugat tetap mempersoalkan pernyataan Ma'ruf. Menurut mereka, pernyataan tersebut telah mencederai perjuangan kaum disabilitas di tengah masyarakat, juga mendiskreditkan kaum difabel.

"Kami menyesalkan dan prihatin atas pernyataan KH Ma'ruf Amin. Ketika kita berjuang melawan stigma di tengah-tengah masyarakat, pernyataan ini mencederai dan menenggelamkan perjuangan kami," terang penggerak Forum Tunanetra Menggugat, Suhendar, di Wytaguna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (12/11).

Suhendar menegaskan sikap pihaknya terhadap pernyataan Ma'ruf tidak ada kaitannya dengan politik. Pihaknya hanya ingin menyuarakan aspirasi para penyandang disabilitas.

"Sikap kita bukan karena berafiliasi dengan salah seorang capres. Perjuangan kita melawan stigma, tapi malah didiskreditkan salah satu cawapres," tegas Suhendar.




Pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sudah merespons apa yang disuarakan oleh Forum Tunanetra Menggugat. Jubir TKN Jokowi-Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily, memastikan pihaknya memuliakan kaum difabel.

"Justru kami sangat memuliakan dan sangat menghargai para kaum difabel, termasuk kelompok Forum Tunanetra. Pemerintahan Jokowi terbukti telah mampu menyelenggarakan Asian Para Games 2018 yang membanggakan itu," ucap Ace saat dimintai tanggapan Senin (12/11).




Ace menegaskan Ma'ruf tidak bermaksud menyinggung perasaan kaum difabel. Malah, kata Ace, Jokowi-Ma'ruf punya program yang sangat baik bagi kaum difabel.

"Tidak mungkin kami menenggelamkan kelompok difabel dalam kebijakan kami. Dalam program kami, disebutkan bahwa kami akan memberikan perlindungan bagi kaum difabel, termasuk memperluas akses lingkungan sosial dan pendidikan yang inklusif serta penyertaan fasilitas yang ramah bagi difabel," tutur Ace.
(zak/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed