DetikNews
Senin 12 November 2018, 20:35 WIB

Rapor Merah-Oranye Serapan Anggaran Pemprov DKI

Indra Komara - detikNews
Rapor Merah-Oranye Serapan Anggaran Pemprov DKI Balai Kota DKI (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Rendahnya serapan anggaran Pemprov DKI sebulan pada pengujung 2018 jadi sorotan. Beberapa dinas mendapat rapor merah hingga oranye karena serapan anggaran lebih rendah dibanding yang lain.

Gubernur DKI Anies Baswedan sebelumnya mengakui soal rendahnya serapan anggaran ini. Dia beralasan proses pembayaran berbelit-belit.

"Kenapa bisa terjadi, rupanya untuk mengurus pembayaran itu prosesnya berbelit, sehingga yang mengerjakan memilih menagihnya di ujung saja, sekaligus, daripada menagih tiap tiga bulan. Dan itu koreksi untuk sistem kita," ujar Anies di pinggir Sungai Ciliwung, Condet, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2018).


Anies juga menyinggung pembelian tanah yang dilakukan secara cash. Menurut mantan Mendikbud itu, pembayaran cash dalam pembelian tanah berpotensi menimbulkan masalah.

"Lebih baik serapannya rendah daripada saya bayar cash untuk pembelian tanah. Saya mau semua untuk pembelian tanah dilakukan lewat cashless, transfer. Ini 2018, masak beli tanah masih bayar cash dan di Jakarta ternyata selama ini kalau bayar tanah pakai cash," bebernya.

Perincian soal serapan anggaran Pemprov DKI ini dipublikasikan lewat situs publik.bapedadki.net. Hingga Senin (12/11/2018) pukul 12.27 WIB, seluruh penyerapan atau realisasi belanja langsung maupun belanja tidak langsung Pemprov DKI tidak ada yang mencapai target.


Anggaran belanja langsung Pemprov DKI yang baru terserap Rp 20 triliun dari target Rp 41 triliun atau baru 48,7 persen. Sementara itu, anggaran belanja tidak langsung Pemprov DKI yang baru terserap adalah Rp 21,1 triliun dari Rp 34 triliun.

Secara total, APBD Perubahan 2018 Pemprov DKI sebesar Rp 75 triliun, tapi baru terserap Rp 41 triliun.

Serapan anggaran tiap SKPD DKI juga dipublikasikan. Baik-tidaknya serapan anggaran ditandai dengan warna. Hijau merujuk serapan anggaran yang baik (91-100%). Sementara warna merah menunjukkan buruknya serapan anggaran (<50%).


Dinas Sumber Daya Air (SDA) mendapat 'rapor merah' karena penyerapan anggarannya baru 29,9 persen. Sementara itu, ada enam dinas lain yang memperoleh 'rapor oranye' karena penyerapan anggarannya 51-65%.

Berikut 7 SKPD DKI dengan serapan paling rendah

Dinas Sumber Daya Air (SDA): 29,9%
Dinas Pemuda dan Olahraga: 41,8%
Dinas Bina Marga: 44,4%
Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan: 46,6%
Badan Pengelola Aset Daerah: 50,4%
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan: 54,2%
Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo: 55,3%
(imk/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed