"HRS itu tidak pernah ada konflik dengan saya. Yang mendamaikan Habib Rizieq dengan Pak Tito adalah saya," ujar Ma'ruf kepada wartawan di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).
Apa yang ditengahi Ma'ruf soal Habib Rizieq dan Tito? Ini terkait lokasi aksi 212.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketum MUI itu menjelaskan lebih lanjut soal deal lokasi aksi 212. Intinya, dia ingin aksi itu berjalan lancar dan tertib.
"Rizieq bilang pintunya sedikit, bagaimana Pak Tito pintunya ditambah? Setuju. Nggak ada WC-nya, Pak Tito bilang siap menyediakan, maka didatangkan itu mobil-mobil. Miknya harus sampai Gambir, siap," tutur Ma'ruf.
"Terus saya bilang jangan berdiri posisinya, kemudian menjadi provokasi duduk saja supaya aman. Makanya saya tanya dari pagi sampai sore apa saja. (Acaranya) baca wirid, orasi, dan lain-lain, makanya 212 itu aman," imbuh dia.
Ma'ruf melanjutkan dia jugalah yang menyarankan Presiden Joko Widodo hadir di tengah-tengah aksi 212. Ma'ruf juga mengungkit sarannya kepada Jokowi terkait aksi 411 pada 4 November 2016.
"Saya juga sarankan Pak Jokowi bagusnya datang, tapi waktu 411 maunya datang (Jokowi), tapi protokolnya larang. 'Pak Jokowi, 212 besok ketemu saya, bagus kalau Bapak datang.' Baru saat-saat di injury, saat-saat terakhir, Pak Jokowi datang," pungkas Ma'ruf. (gbr/tor)











































