Napi GAM Hajar Wartawan Tiga Tendangan Maut
Jumat, 26 Agu 2005 14:17 WIB
Surabaya - Duel sengit mengguncang LP Surabaya. Wartawan berseteru dengan napi GAM. Ending-nya, wartawan semaput setelah dihajar dengan tiga tendangan maut napi GAM.Eit...jangan emosi dulu. Duel ini bukan baku hantam, apalagi baku tembak. Tapi baku sepak, alias merumput untuk menyepak-nyepak si kulit bundar.Suasananya pun jauh dari kesan angker dan tampang-tampang sangar. Yang ada justru tawa heboh dan canda ria.Para napi GAM memang ternyata tidak hanya lihai bergerilya di hutan, tapi juga apik memainkan sepakbola. Terbukti, tendangan mautnya berhasil menembus gawang wartawan sebanyak tiga kali. Sedangkan wartawan hanya mampu membalas satu kali tendangan maut.Skor 3:1 itu pun membuat napi GAM tidak hanya menang telak, tapi juga mengantongi duit Rp 2 jutaan hasil urunan para wartawan.Duel seru ini merupakan pertandingan sepakbola persahabatan yang digelar di LP Surabaya Kelas I, Porong, Kabupaten Sidoarjo, Surabaya, Jumat (26/8/2005).Dalam pertandingan berdurasi 2x25 menit itu, tim napi GAM yang dikomandani kapten kesebelasan Radja mengenakan kaos kesebelasan warna kuning dan biru. Sedangkan tim wartawan yang dikapteni anggota DPRD Surabaya M Rofiq, yang doyan main sepakbola, ini mengenakan kaos hijau dan putih.Selama duel, kesebelasan napi GAM yang sebelumnya mahir memanggul senjata ini menguasai permainan dan lapangan. Sehingga mereka dengan mudah mencetak gol.Bahkan saking asyiknya menggiring bola, Radja sempat tak menyadari di depannya ada tiang bendera yang mengibarkan sang Saka Merah Putih. Bruuuk! Badannya pun ambruk setelah 'mencium' tiang bendera dari besi tersebut.Hahahaaa! Tawa para napi yang menonton pun pecah. "Makanya jangan kualat sama Merah Putih. Tobaaaat dong!," seru penonton. Sambil menahan malu, sang kapten napi GAM ini pun bangun sambil cengegesan menahan sakit di dadanya yang kemudian tampak memar.Pertandingan pun berlanjut, gol terus dicetak napi GAM. Wartawan tak dapat mengimbangi kelihaian napi GAM. Untunglah sebuah gol berhasil disarangkan wartawan ke gawang napi GAM, sehingga skor menjadi 3:1.Priiittt! Sempritan wasit pun berbunyi. Tanda pertandingan kelar. Tim napi GAM pun dinyatakan unggul sebagai pemenang. Sorak riang pun menggema dari tim napi GAM. Mereka saling berpelukan sambil tertawa girang. Jauh dari kesan sangar.Sedangkan tim wartawan, dengan ksatria menerima kekalahan dan mengucapkan selamat. Kedua tim pun saling berjabat tangan dan berpelukan.Nah, hadiah pun diberikan kepada sang pemenang. Bukan piala, bukan piagam, tapi duit hasil urunan wartawan. Nominalnya disebut-sebut sekitar Rp 2 jutaan. Selain itu, wartawan juga memberikan bantuan berupa barang kepada LP Surabaya yang diterima Kalapas Tajoedin."Kami berterima kasih kepada wartawan yang bertanding secara sportif dan memberikan perhatian kepada napi GAM. Jika kondisi Aceh membaik, kami akan mengundang kalian ke Aceh," kata Manajer Kesebelasan GAM Tarmaja Saleh, yang juga mantan Gubernur GAM Lange Gayuh ini.
(aan/)











































