Blak-blakan KH Ma'ruf Amin

Fokus di Jabar, Kiai Ma'ruf Optimistis Jokowi Menang di Jawa

Erwin Dariyanto, Nur Azizah - detikNews
Senin, 12 Nov 2018 10:05 WIB
KH Ma'ruf Amin saat Blak blakan dengan detikcom (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Telatah Jawa menjadi perhatian besar bagi pasangan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Apalagi pada Pemilu 2014 lalu, Jokowi kalah di Jawa Barat dari Prabowo Subianto yang ketika itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Kiai Ma'ruf Amin yang lahir di Tangerang, 11 Maret 1943 saat ini fokus mengkonsolidisasikan dukungan dari masyarakat Jawa Barat. Khususnya di wilayah-wilayah yang pada 2014 belum sempat ditembus Jokowi.

"Yaitu daerah Selatan (dan) Barat, mulai dari Ciawi, Tasik, terus Sukabumi. Dari Sukabumi belok ke Bogor sampai ke Bekasi," kata Ma'ruf Amin kepada Tim Blak blakan detikcom.



Sementara untuk wilayah Jawa Barat bagian utara, menurut Kiai Ma'ruf sudah bagus dan mudah untuk dikelola. Ia mencontohkan, bila pada 2014 lalu suara untuk Jokowi di Banten relative kecil, saat ini tren dukungan mulai naik dan mengalahkan Prabowo yang kini berpasangan dengan Sandiaga Uno.

"Setiap hari di Banten ada deklarasi. Saya ini orang Banten, punya tanggung jawab moral untuk memenangkan ini," tegas Kiai yang juga mantan Rais Aam PB NU tersebut.



Pada Pemiliha Presiden dan Wakil Presiden 2014, di Jawa Barat pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 14.167.381 atau 59,78 persen. Sementara Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapat suara 9.530.315 atau 40,22 persen.



Dari 26 kabupaten/kota di tanah Pasundan, Jokowi hanya menang di 4 kabupaten/kota. Sisanya disapu bersih Prabowo-Hatta.

Bagaimana taktik dan strategi KH Ma'ruf Amin bergerilya untuk memenangkan Jokowi di Jawa Barat dan Pulau Jawa secara keseluruhan serta di wilayah lainnya, Tonton Blak-blakan Kiai Ma'ruf Amin, Gerilya Sang Kiai untuk Jokowi, Senin 11 November 2018 pukul 11.00 WIB. Blak blakan Kiai Ma'ruf akan tayang ulang pada Selasa, 13 November 2018.



(erd/jat)