Isu Reshuffle Kabinet
PAN Bantah Ada Deal Sokong Ical
Jumat, 26 Agu 2005 11:56 WIB
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membantah memiliki deal-deal khusus dengan Aburizal Bakrie (Ical) terkait isu reshuffle kabinet yang muncul akhir-akhir ini. PAN tidak terlibat dukung mendukung Ical agar tetap dipertahankan kabinet. Bantahan ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PAN Zulkifli Hasan saat dihubungi detikcom, Jumat (26/8/2005). "Tidak ada deal-deal seperti itu. Kita tidak mengurus soal kabinet," bantah Zulkifli. Zulkifli juga meluruskan tentang kantor baru PAN di gedung yang dulunya bernama Wisma Bakrie. Menurut Zulkifli, gedung berlantai tujuh itu sudah bukan milik Bakrie lagi, karena sudah dibeli oleh Soetrisno Bachir. "Jadi, PAN menyewa secara murah kepada pemilik gedung (Soetrisno Bachir-Red)," kata Zulkifli. Tapi, pengakuan Zulkifli agak berbeda dengan Bendahara Umum DPP PAN Asman Abnur. Di sela-sela syukuran PAN pindah kantor, Selasa (23/8/2005) malam, Asman mengaku kantor baru itu disewa secara murah dari Ical. Ini berkat pendekatan yang dilakukan Ketua umum DPP PAN Soetrisno Bachir terhadap Ical yang merupakan temannya."Awalnya gedung ini mungkin gedung Bakrie, teman pengusaha ketua umum. Dengan cara melalui lobi tersendiri sehingga PAN bisa menyewa murah Rp 1.000 per tahun," kata Asman Abnur. Lebih lanjut, Zulkifli menegaskan, persoalan reshuffle kabinet merupakan kewenangan presiden. "Partai tidak ikut mempersoalkannya. Itu sepenuhnya hak presiden," kata Zulkifli saat ditanya apakah saat ini sudah perlu menteri-menteri ekonomi di-reshuffle. Yang jelas, kata Zulkifli, untuk memperbaiki ekonomi Indonesia, termasuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah SBY-JK harus berani mencari terobosan-terobosan. "Jangan hanya mengunjungi BEJ saja. BI perlu melakukan tindakan yang kongkret," kata dia. Dengan terjun bebasnya nilai rukar rupiah dan naiknya harga minyak dunia mendekati US$ 70/barel, maka Indonesia akan kembang kempis. Menurut Zulkifli, jika tidak ditanggulangi segera, maka kegiatan bisnis akan terancam kacau," ungkap dia.
(asy/)











































