Misteri Blogger Asal Solo
Debat Sha di Priyadi.net
Jumat, 26 Agu 2005 11:57 WIB
Jakarta - Tampaknya misteri Sha menjadi "hiburan" tersendiri komunitas blogger di tengah terjun bebasnya rupiah dan kontroversi MoU GAM-RI. Meski sahabat-sahabat terdekat Sha menegaskan Sha sungguhlah ada, tema Sha tetap menjadi "pergunjingan" tersendiri di berbagai blog berpengaruh, Misalnya saja di situs blogger senior yang sering menjadi rujukan para blogger, Priyadi's Place di alamat http://priyadi.net. Pada tanggal 25 Agustus 2005, Priyadi menulis Fakta Mengenai Natasha Anya Dipertanyakan. Diam-diam, Pri pun melakukan investigasi sendiri."Sayangnya tidak ada kesimpulan yang dapat diambil dari fakta-fakta berikut ini," simpul Pri. Yang dimaksud fakta-fakta itu adalah: * Saya tidak dapat menemukan teman sHa yang pernah bertemu muka dengan sHa. Hubungan paling dekat hanyalah pembicaraan melalui telepon. Hampir semua komunikasi dilakukan melalui SMS atau Internet. * Ada desas-desus bahwa ada yang melihat sHa di Solo setelah kejadian minggu kemarin. Tetapi tentunya informasi ini tidak dapat dipercaya begitu saja. * Ada yang memiliki akses ke akun Friendster dan blog sHa setelah kejadian. Ada yang bilang bahwa ada yang membuat komentar bernada kasar ke blognya sHa. Keesokan harinya komentar tersebut dihapus. * sHa adalah aktivis ForumPonsel dan memiliki username tasha (kalau tidak salah)."Ada beberapa informasi lainnya, tetapi seluruh narasumber meminta saya untuk merahasiakan identitas mereka," ungkap Pri."Saya sendiri akan menghentikan investigasi saya karena takut pihak keluarga memang berniat untuk menutupi meninggalnya sHa. Tetapi saya harap semua ini bukan lelucon yang sama sekali tidak lucu," demikian analisis Pri.Pri memang laik memberi perhatian pada "kasus" ini sebab dia sebelumnya menurunkan tulisan tentang Sha pertama kali pada 18 Agustus 2005 berjudul "Selamat Tiggal Natasha Anya." Isinya tentu saja ucapan turut bela sungkawa.Tulisan Priyadi itu mendapatkan 25 comments pembaca. Demikian juga tulisan terbarunya tentang Sha. Hingga Jumat (26/8/2005) pukul 11.30 WIB, setidaknya ada 25 pembaca yang mengomentari investigasi Pri. Ada yang meragukan Sha benar-benar ada dan ada yang membela bahwa Sha benar-benar faktual.Kenz misalnya meyakini Sha sungguhlah ada. "Mmmm...sudah deh...hentikan saja pemberitaan yang engga bener ini, pertanyaan-pertanyaan di artikel detikcom bisa dijawab dengan logika dan membaca semua artikel sHa dari awal. Kenz bilang: sHa benar Ada!!!" Namun meski dia yakin Sha ada, dalam blognya di http://kenz.web.ugm.ac.id/151280/art-lihat.php?octaveerid=153, Kenz yang cukup akrab dengan Sha belum pernah bertemu muka dengan Sha yang mengaku sebagai gadis 23 tahun dan berprofesi sebagai guru TK."Dari tulisan-tulisan sHa, saya tahu sekalipun saya dekat dengan sHa dalam dunia maya. Namun sHa tidak akan demikian mudah untuk mengijinkan saya bertemu dengannya secara face to face (langsung)....karena....*****maaf saya tidak akan memberitahukan ini, ada kode etik untuk itu," tulis Kenz dalam blognya.Komentar yang juga menarik ditulis oleh Ray. Secara lengkap, berikut tulisan Ray:"Sejujurnya, saya sendiri meragukan kebenaran akan dirinya. Sekedar informasi, saya adalah wong Solo juga, berumur 24 tahun. Berdasarkan informasi yang ada di SOT, Sha adalah orang Solo yang beribadah di St. Antonius Purbayan, dan menuntut ilmu di SD di belakang gereja tersebut. Sangat kebetulan sekali bahwa saya sendiri adalah jemaat gereja tersebut, dan saya juga menuntut ilmu di salah satu SD di belakang gereja tersebut.Berdasarkan umur yang tidak terlalu jauh, saya sangat yakin bahwa (sekalipun saya nggak kenal) paling nggak temen-temen atau adik kelas saya ada yang kenal ama si Sha. Tapi, ketika saya mencoba di friendster bagaimana saya terhubung ke Sha, tidak ada 1 pun dari teman saya yang berhubungan langsung ke Sha. Paling dekat adalah 2 degree, dan merekapun itu bukan orang Solo.Berdasarkan apa yang dimuat di detik.com, Sha adalah WNI keturunan. Dan kebetulan sekali sayapun adalah WNI keturunan. Perlu diketahui, Solo adalah kota yang kecil, hampir semua WNI keturunannya kenal satu dengan lainnya. OK, taruhlah Sha tidak banyak bergaul dengan WNI keturunan, tetapi paling tidak keluarganya tetap bakal dikenal oleh beberapa WNI keturunan yang lainnya. Apalagi, Sha juga bersekolah di SD dan SMP yang dihuni banyak WNI keturunan, hampir tidak mungkin tak ada satupun yang mengenalnya, apalagi tidak mendengar kabar kematiannya.Seperti dimuat detik.com, ada seorang remaja bernama Lana Indrawan yang berpulang bulan Agustus lalu. Berita duka tersebut langsung menyebar ke seantero kota Solo dalam waktu hitungan detik. Apalagi bagi kita para komunitas internet pasti tak akan luput dari berita itu.Tetapi berita kematian Sha? Tak seorangpun yang mengangkat berita itu. Dengar berita itupun juga dari detik.com.Well, kemungkinan yang dapat saya terima bahwa Sha adalah sebuah karakter buatan dari seorang wanita (berdasarkan model tulisannya, kalau sampai penulis itu pria...angkat topi deh) yang sudah lelah untuk berpura-pura, dan ingin mematikan karakter ini...Bolehkan orang berpendapat lain?Anyway, lepas dari perdebatan Sha existed atau kaga, Sha adalah penulis sejati. Tulisan Sha adalah tulisan yang menggugah hati untuk belajar."Kontroversi Sha juga terjadi di blogfam.com. Tapi kemudian moderator tempat berkumpulnya para blogger itu menutup tema tersebut. "Biarkan Natasha beristirahat dalam damai," tulis moderator.Keterangan:Gambar Sha diambil dari blog Dan.
(nrl/)











































