Isu Reshuffle Kabinet
Aburizal Bakrie Disokong PAN?
Jumat, 26 Agu 2005 11:41 WIB
Jakarta - Menjelang satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK), isu reshuffle kabinet bergaung lagi. Menteri di bidang ekonomi akan jadi sasaran reshuffle itu. Salah satunya, Aburizal Bakrie, atau yang sering disapa Ical ini.Isu reshuffle bergulir akhir-akhir ini. Sejumlah pihak yakin dengan reshuffle ini. Tapi, kapan reshuffle akan direalisasikan, masih jadi tanda tanya. Ada yang menyebut bulan September 2005. Ada juga yang menyebut reshuffle akan dilakukan dengan mengambil momentum setahun pemerintahan SBY-JK pada Oktober mendatang.Sebenarnya, yang diisukan akan diganti bukan hanya Ical saja. Ada juga beberapa menteri ekonomi yang juga jadi sasaran. Juga ada beberapa menteri yang berlatar belakang dari partai politik. Tapi, yang paling santer diisukan segara diganti adalah Ical.Alasan isu pergantian Ical pun beragam. Ada yang menganggap Ical yang menjadi Menko Perekonomian itu dianggap tidak berhasil dalam mengoordinasikan tim ekonomi. Apalagi, kini nilai tukar rupiah makin terpuruk di atas Rp 10.000 per dolar AS.Selain itu, juga ada pihak yang mengisukan bahwa Ical telah diincar sejak lama. Apalagi, saat pembentukan kabinet, SBY sempat tidak sreg dengan Ical. Ical muncul sebagai kandidat menko perekonomian, karena dibawa oleh Jusuf Kalla. SBY diyakinkan dengan luar biasa oleh Kalla. Dan kini, bisa jadi SBY sudah melihat hasilnya.Mungkin, Ical sudah merasa diisukan akan dicopot. Tapi, mantan bos Grup Bakrie bisa jadi tidak terlalu mengkhawatirkan isu ini. Sebab, saat ini benteng pertahanannya cukup kuat. Apalagi, dikabarkan Kalla tetap mem-back up keberadaan Ical. Selain itu, Ical juga masih didukung penuh Golkar, karena posisinya sebagai anggota dewan penasihat DPP Golkar.Meski begitu, Ical bisa jadi ingin menambah benteng pertahanan. Salah satu yang didekati adalah Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang didirikan tokoh reformasi Amien Rais. Itulah isu yang mengemuka, mengapa Ical meminjamkan gedung Wisma Bakrie yang berada di Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, untuk PAN sebagai kantor pusatnya.Memang, PAN tidak gratis untuk menempati gedung 'wah' berlantai tujuh itu. Istilah pengurus PAN, partai berlambang matahari terbit ini menyewa gedung dengan hanya membayar Rp 1.000 per tahun. Biaya bisa murah karena Ical adalah teman dekat Soetrisno Bachir, sang ketua umum. Sesuatu yang cukup janggal. Karena itulah, berkembang isu miring ada timbal balik antara PAN dengan Ical.Setelah diotak-atik, kemungkinan besar timbal-baliknya adalah sokongan PAN terhadap Ical agar SBY mempertahankan posisinya sebagai koordinator tim ekonomi. Dengan sokongan Golkar dan PAN, bukankah itu dukungan yang sangat kuat untuk Ical?Isu ini makin bergulir. Sebab, sehari setelah peresmian kantor PAN yang baru di Wisma Bakrie itu, Ketua Dewan Penasihat DPP PAN Amien Rais langsung bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan.Apakah Amien juga menyinggung sokongan untuk Ical? Belum diketahui. Yang jelas, saat itu Amien Rais mengaku diundang SBY untuk dimintai nasihat sejumlah kasus bangsa, termasuk soal Papua dan Aceh. Yang jelas, orang tentu belum lupa bahwa pada pemilihan presiden putaran pertama, Ical pernah menyatakan dukungannya kepada Amien Rais. Siapa tahu saat ini Amien akan membalas dukungan Ical itu.Tapi, benarkah Ical akan diganti oleh SBY? Memang, ini masih rumor. Belum ada pihak dari pemerintah yang memastikan ada tidaknya reshuffle dalam waktu dekat.
(asy/)











































