DetikNews
Minggu 11 November 2018, 16:15 WIB

Fadli Sebut 'Ada Genderuwo di Istana', PKB Yakin Bukan Jokowi

Dwi Andayani - detikNews
Fadli Sebut Ada Genderuwo di Istana, PKB Yakin Bukan Jokowi Foto: Abdul Kadir Karding (dok.pribadi)
FOKUS BERITA: Politik Genderuwo
Jakarta - Puisi terbaru Waketum Gerindra Fadli Zon berjudul 'Ada Genderuwo di Istana' bikin geger. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini puisi itu bukan untuk Joko Widodo.

"Selama ini kalau istana yang disebut itu misalnya Pak Jokowi, itu tentu tidak masuk. Karena pak Jokowi selama ini mimpin dengan penuh kelembutan dan komunikasinya juga bagus sama rakyat," ujar Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi, Minggu (11/11/2018).



Karding mengatakan tidak ada rakyat yang takut dengan Jokowi. Menurutnya rakyat merasa senang, dengan cara Jokowi yang berkomunikasi langsung.

"Model blusukan, berkomunikasi langsung dan lain sebagainya tidak ada yang rakyat takutkan. Rakyat justru senang dengan Pak Jokowi, karena ke mana-mana pak Jokowi itu semua masyarakat yang ada di sekitar itu berkumpul minta salaman, selfie, ngobrol dialog dan sebagainya," kata Karding.

Terkait puisi Fadli, menurut Karding itu sebagai bentuk kekesalan Fadli. Hal ini dikarenakan kubunya dianggap sebagai pihak yang memainkan politik genderuwo.

"Ya namanya juga nyanyian, jadi saya kira Pak Fadli kesal saja bahwa kubunya sana diasosiasikan sebagai yang memainkan politik genderuwo, jadi baleslah kira-kira," ungkapnya.



Karding menegaskan Jokowi menyebut politik genderuwo agar masyarakat mudah mengerti. Serta dapat tidak terpengaruh dengan isu-isu hoax.

"Politik genderuwo itu adalah upaya pak Jokowi untuk memberi tahu pada rakyat dengan bahasa yang gampang dipahami. Bahwa jangan terpancing, jangan terpengaruh dengan isu-isu yang sifatnya bombastis tapi isinya fitnah, hoax, data lemah dan sebagainya jadi itu penting disampaikan oleh Pak Jokowi," tuturnya.

Sebelumnya, Fadli Zon mengaku banyak yang menanyakan puisinya soal genderuwo. Dia lalu membuatnya dengan judul 'Ada Genderuwo di Istana'. Dia menyebut sosok yang gemar tipu-tipu hingga 'sosok genderuwo yang brewokan'.
(dwia/imk)
FOKUS BERITA: Politik Genderuwo
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed