Di KRI Banda Aceh, Ketua MPR Ajak Masyarakat Belajar dari Pahlawan

Di KRI Banda Aceh, Ketua MPR Ajak Masyarakat Belajar dari Pahlawan

Tia Reisha - detikNews
Sabtu, 10 Nov 2018 18:06 WIB
Di KRI Banda Aceh, Ketua MPR Ajak Masyarakat Belajar dari Pahlawan
Foto: Dok MPR
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan melepas karangan bunga ke laut tak jauh dari Pulau Damar Besar, gugusan Pulau Seribu, Jakarta. Hal ini merupakan salah satu prosesi Peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan di KRI Banda Aceh.

Dalam peringatan Hari Pahlawan yang jatuh hari ini (10/11), Zulkifli yang menjadi inspektur upacara bersama berbagai kesatuan TNI, polisi, ormas pemuda, pramuka, pelajar SMA, tokoh masyarakat, dan keluarga para pahlawan nampak dengan khidmat mengikuti upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu.


Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mengaku bersyukur bisa memperingati Hari Pahlawan dengan lancar. "Mari kita lanjutkan perjuangan mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/11/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan bahwa saat para pahlawan dulu berjuang, mereka tidak menanyakan agama, suku, dan asal usul. "Semua bersatu untuk Indonesia merdeka," tuturnya.

Menurutnya, perjalanan bangsa ini sudah panjang. Indonesia sudah 72 tahun merdeka dan 20 tahun reformasi. Ia juga menyampaikan bahwa sudah banyak kemajuan yang dialami bangsa ini seperti adanya otonomi daerah.

"Sebagai hamba Allah, kita wajib mensyukuri hal yang demikian," ujar pria asal Lampung itu.

Meski begitu, ia juga mengaku masih banyak catatan yang selanjutnya perlu diperbaiki. Untuk itu, mantan Menteri Kehutanan ini mengajak semua untuk merenungi perjuangan para pahlawan yang penuh keikhlasan.

Zulkifli juga mengatakan bahwa ia pernah berziarah ke makam gubernur pertama Jawa Timur, Suryo. Sebagai kepala daerah, lanjutnya, Suryo lebih memilih merdeka atau mati ketika menghadapi pasukan sekutu yang mendarat di Surabaya dan hendak menjajah kembali. Dari kisah Suryo, ia berharap masyarakat Indonesia dapat belajar tentang keberanian untuk mempertahankan kemerdekaan.

Lalu Zulkifli juga menceritakan sosok Agus Salim sebagai peletak diplomasi Indonesia. Menurutnya, ada kutipan yang patut ditiru dari Agus Salim, yakni "Memimpin adalah jalan menderita dan mengabdi".

"Dari semua itu, maka para pahlawan perlu dikenang," papar Zulkifli.

Sebagai Ketua MPR, ia pun mengucapkan selamat kepada enam tokoh dan keluarganya yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai pahlawan di tahun ini.

"Selamat kepada keluarga A.R Baswedan, Kasman Singodimedjo, dan keluarga lainnya, di mana orang dicintai telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional," tuturnya.

Pada acara ramah tamah, Zulkifli juga mengingatkan bahwa di tahun politik, masyarakat boleh memiliki pilihan yang berbeda dalam pemilu, boleh juga memilih partai politik yang berbeda. Namun, ia menegaskan bahwa semua harus sama dalam merah putih.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor persatuan. "Kalau pikiran kita jangka pendek, nanti ada yang terluka," ucap Zulkifli.


Baginya, demokrasi sudah menjadi pilihan bangsa. Pemilu juga disebut sangat biasa dan terjadi lima tahun sekali. Menurutnya, bangsa Indonesia merdeka untuk bersatu dan berdaulat. "Sekarang untuk bersatu adalah lewat jalan demokrasi dan pemilu," pungkas Zulkifli.

Sementara itu, peringatan Hari Pahlawan yang rutin diselenggarakan di atas kapal perang kali ini ditandai juga dengan penyerahan tali asih kepada keluarga dan pewaris sejarah korban Pertempuran Aru.


Simak Juga 'Dar Der Dor! Aksi Keren Suku Tengger Peringati Hari Pahlawan':

[Gambas:Video 20detik]


(ega/mul)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads