Buntut Penutupan Gereja di Bandung
Perang Dingin Gus Dur versus FPI Terus Berlanjut
Jumat, 26 Agu 2005 09:29 WIB
Jakarta - Perang dingin antara Gus Dur dengan Front Pembela Islam (FPI) masih berlanjut. FPI pun mempersilakan mantan Presiden RI itu ingin menuntut institusinya. Sebab, FPI juga akan melakukan hal yang sama."Lebih baik seperti itu, biar Gus dur paham, biar Gus Dur mengerti," kata Ketua DPP FPI Bidang Internal Ahmad Sobri ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (26/8/2005).Ahmad pun menyayangkan dukungan Gus Dur yang diberikan kepada umat kristiani yang mendirikan gereja secara liar. Padahal, menurut Ahmad, FPI tidak pernah sedikit pun merusak tempat ibadah umat kristiani tersebut. "Kita hanya menuntut agar tempat tinggal itu digunakan sebagaimana mestinya, bukan dijadikan termpat ibadah," papar Ahmad yang kembali menyesalkan sikap mantan Ketua PB NU itu.Seperti diberitakan, FPI, Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP), dan ormas Islam lainnya beserta masyarakat telah menutup 23 gereja di Bandung. Aksi ini dilakukan terhitung sejak 3 September 2004 hingga 21 Agustus 2005. Hal ini membuat Gus Dur turun tangan. Dia meminta SBY menindak tegas. Jika tidak, banser pun siap dikerahkan. Gus Dur pun mendesak pimpinan tinggi FPI untuk mengindahkan peringatannya. Menurut Gus Dur, FPI telah dua kali melakukan kesalahan organisatoris dan melanggar UU. Yang pertama Ahmadiyah dan sekarang ini menutup paksa gereja."Ini kesannya, FPI itu harus dicurigai dan harus di musuhi. Ada urusan apa? " tanya Ahmad yang sangat kecewa dengan pernyataan Gus Dur itu. Kini, tim pengacara FPI tengah mempersiapkan langkah-langkah hukum untuk menjerat Gus Dur. Ahmad menuturkan, FPI dan tim pengacara sedang mengkaji materi apa yang akan digunakan untuk melawan Gus Dur di pengadilan. "Semua yang berkumpul memfitnah FPI akan kita laporkan. Mengenai waktunya, kita belum tahu persis, tunggu saja," janji Ahmad.
(ism/)











































