"Kami tetap pada fokus untuk bisa menyukseskan caleg di berbagai dapil, kami sudah punya datanya, dapil-dapil yang potensial, misalnya, dapil yang terus bisa kita tingkatkan suaranya, tapi juga ada sejumlah dapil yang perlu kami beri atensi khusus, jangan sampai kursi kami yang sudah ada sebelumnya kemudian hilang," kata AHY di sela-sela pembekalan caleg Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).
AHY mengatakan bisa saja calegnya memanfaatkan figur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mendapatkan coattail effect saat kampanye. Namun, menurutnya, hal itu belum tentu menguntungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang tidak mudah, kita tahu, kita semua membaca survei, partai yang paling diuntungkan dalam kontestasi Pemilu 2019 ini adalah partai yang memiliki capres, dalam hal ini adalah PDIP karena memiliki Pak Jokowi sebagai capres dan kemudian Gerindra sebagai pengusung Pak Prabowo. Oleh karena itu, tentu realitas ini tidak hanya dihadapi oleh Partai Demokrat, tapi juga dihadapi oleh partai lainnya," ujarnya.
Dia menambahkan Demokrat tak mewajibkan atau melarang caleg memanfaatkan figur tersebut untuk berkampanye. Dia menekankan tujuan caleg adalah meraih kemenangan.
"Yang jelas, caleg tujuannya untuk menang, mendapatkan kursi sebagai wakil rakyat, segala hal strategi dijalankan disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing," ucapnya.
Dalam Pileg 2019, Demokrat menargetkan suara 15 persen di DPR RI. Untuk itu, AHY meminta para caleg bekerja keras demi mencapai target tersebut.
"Oleh karena itu, kami harus bekerja keras, sungguh-sungguh, serius, caleg-caleg juga harus rajin turun ke lapangan, bertemu masyarakat, kreatif, menyapa semua elemen, dan mudah-mudahan target minimal tersebut bisa kami amankan. Tapi tentu kami punya ikhtiar lebih lagi agar bisa meraih suara sampai dengan 15 persen," kata dia.
Saksikan juga video ' Prabowo di Mata AHY: Beliau Pemimpin yang Tegas dan Hebat! ':
(abw/jbr)











































