Temui Warga Jaksel, Ketum PAN Tanya Harga-harga Sembako

Temui Warga Jaksel, Ketum PAN Tanya Harga-harga Sembako

Faiq Hidayat - detikNews
Sabtu, 10 Nov 2018 11:50 WIB
Temui Warga Jaksel, Ketum PAN Tanya Harga-harga Sembako
Ketum PAN Zulkifli Hasan di acara pemasangan bendera Merah Putih dan bendera PAN di Petogogan, Kebayoran Baru, Jaksel. (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menghadiri acara pemasangan bendera Merah Putih dan bendera PAN di Petogogan, Jakarta Selatan. Dalam sambutannya, Zulkifli bertanya siapa capres yang harus didukung di Pilpres 2019.

"Dukung capres nomor berapa, Bu?" tanya Zulkifli Hasan kepada warga Petogogan di Jalan Wijaya I, Gang Langgar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2018).

Acara ini dihadiri kader PAN, relawan PAN, dan warga RT 15 RW 03, Petogogan. Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko 'Patrio', politikus PAN Haji Lulung, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno juga turut hadir dalam acara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Kalau PAN nomor berapa, Bu?" tanya Zulkifli kembali.

"Nomor dua belas," jawab warga.

"Jadi capres nomor 2, PAN nomor 12, Bu," kata Zulkifli.

Zulkifli dan Ketua DPW Jakarta Eko Hendro Nugroho (Eko Patrio) berinteraksi dengan wargaZulkifli dan Ketua DPW Jakarta Eko Hendro Nugroho (Eko 'Patrio') berinteraksi dengan warga. (Faiq Hidayat/detikcom)

Kepada warga, Zulkifli Hasan kembali bertanya soal kondisi harga kebutuhan pokok di pasar. Zulkifli ingin mengetahui harga-harga kebutuhan pokok.

"Mau tanya, Bu, sekarang susah apa senang?" kata dia.

"Susah," jawab warga.


"Harga naik apa turun?" tanya Zulkifli kembali.

"Naik," jawab warga kembali.

"Listrik naik atau tidak?" timpal Zulkifli lagi.

"Naik," ujar warga.

"Gula naik nggak?" tanya Zulkifli.

"Naik," jawab warga.

Zulkilfli menyebut warga harus memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno dan PAN pada Pemilu 2019. Namun apabila ada perbedaan pilihan pasangan capres-cawapres dan partai politik, itu bukan masalah.

"Kalau beda pendapat yang lain, nggak apa-apa, namanya juga demokrasi," ucap Ketua MPR tersebut. (fai/jbr)


Berita Terkait