DetikNews
Jumat 09 November 2018, 16:51 WIB

Anggota DPRD Bali Kecewa Tak Ada Penyegelan Toko-toko 'Nakal'

Aditya Mardiastuti - detikNews
Anggota DPRD Bali Kecewa Tak Ada Penyegelan Toko-toko Nakal
Denpasar - Satpol PP Provinsi Bali bersama Satpol PP Kabupaten Badung melakukan sidak ke sejumlah toko yang diduga melakukan praktik 'nakal'. Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa mengaku kecewa karena tak ada toko yang disegel.

Ketut Kariyasa ikut dalam rombongan sidak tim Satpol PP Bali dan Kabupaten Badung di dua lokasi. Yaitu biro travel di Denpasar dan toko oleh-oleh di Kuta.

"Ini kan karena sudah jelas rekomendasi DPRD Bali kita DPRD ini kan tugas pengawasan kan perlu mengawasi apa yang menjadi pelaksana perda, atau kebijakan pemerintah tersmauk rekomendasi yang kita berikan. Kita turun, pertama adalah perintah pak gubernur sudah jelas setop dan segel yang tidak berizin dan walaupun juga yang berizin tapi melakukan praktik-praktik yang merugikan pariwisata Bali maupun nasional hari ini untuk ditutup. Kita ikuti," ujar Kariyasa usai sidak, di Kawasan Sunset Road, Kuta, Bali, Jumat (9/11/2018).

Kariyasa mengaku kecewa dengan hasil sidak hari ini. Sebab, meski sudah banyak temuan hal-hal yang merugikan pariwisata Bali petugas tidak langsung menyegel maupun menutup toko tersebut.

"Ternyata dari lapangan kita lihat bahwa itu sebelumnya sudah diperingati, sudah pernah disidak travel itu. Mereka tidak berizin sampai tadi izinnya dari pemerintah pusat baru seminggu, tapi sudah beroperasi jauh-jauh hari. Kita lihat dari sisi etika sebagai Bali pariwisata budaya, biar yang mengusung adat pariwisata budaya, ternyata dari estetika kantor tidak mencerminkan, pegawai kantornya celana pendek, bertato seperti karaoke saja. Hal-hal itu perlu disegel, perlu ditindak, setelah itu silakan lakukan perbaikan. Ya kita merasa kecewa," ujarnya.

Dia kemudian memaparkan sejumlah temuan dalam sidak di toko oleh-oleh di Kalimanta. Kariyasa menyebut ada temuan kuitansi hingga produk-produk asal China yang tak mengantongi izin BPOM, padahal toko itu seharusnya sudah tutup.

"Saya belum melihat ada ketegasan, karena ini kalau terjadi hal-hal begini belum ada penindakan tegas. Ini sebagai catatan sudah jelas di data 16, dan 4 toko yang tak berizin ditutup, tapi kita belum melihat segel, Kalimanta ini sudah sangat jelas dan diperingatkan kok malah beroperasi lagi," ujarnya.
(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed