DetikNews
Jumat 09 November 2018, 16:36 WIB

Tim Jokowi Harap Tak Ada Lagi Pelibatan Anak pada Kegiatan Politik

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tim Jokowi Harap Tak Ada Lagi Pelibatan Anak pada Kegiatan Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menunjukkan foto-foto pelibatan anak dalam kegiatan kampanye terkait Pilpres 2019. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin sudah melaporkan beberapa kegiatan politik yang melibatkan anak-anak ke Bareskrim Polri ataupun KPAI. TKN berharap ke depan tidak ada lagi pelibatan anak pada kegiatan politik.

"Ini melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Kita berharap kejadian pelibatan ini jangan sampai terjadi pada tahap masa kampanye ini," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).


Irfan menguraikan kasus-kasus pelibatan kegiatan politik pada anak-anak yang ditemui TKN. TKN juga sudah melaporkan kegiatan-kegiatan tersebut ke pihak berwenang.

TKN melaporkan ke Polri hingga KPAI terkait temuan anak yang dilibatkan di kegiatan politikTKN melaporkan ke Polri hingga KPAI terkait temuan anak yang dilibatkan di kegiatan politik. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Ia menyebut TKN pada Jumat (18/10) sudah membuat laporan terkait adanya eksploitasi dan pelibatan anak dalam kegiatan politik. Dalam kasus yang dilaporkan TKN itu, disebutnya ada anak berseragam pramuka dan meneriakkan 'ganti presiden' dan sempat jadi viral di media sosial.


"Kemarin terjadi adanya intimidasi, katakanlah memberikan doktrin ke anak sekolah di SMA 87. Kedua, mobilisasi anak-anak berseragam pramuka. Ketiga, kami temukan viral di medsos sekelompok anak dimobilisasi untuk menyampaikan sebuah pantun yang isinya menyampaikan ujaran kebencian ke Pak Jokowi atau pemerintah," ungkap Irfan.

Dia mengatakan TKN juga menemukan sebuah video berisi pantun yang dibawakan oleh sekelompok anak-anak. Pantun tersebut berisi ejekan kepada pemerintahan Jokowi.


TKN juga menemukan sebuah foto anak-anak dengan menampilkan foto Presiden Jokowi yang dicoret-coret. Dua temuan itu akan dilaporkan TKN ke KPAI.

Diharapkan tak ada lagi anak-anak yang dilibatkan dalam kegiatan politikDiharapkan tak ada lagi anak-anak yang dilibatkan dalam kegiatan politik. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

"Ini ada foto viral anak-anak kita dapatkan di medsos, foto Pak Jokowi dilukis ada jenggot dan ada parang. Ini kita duga nggak spontan. Ini kita harapkan nggak terjadi," kata Irfan.

Ia menduga kegiatan yang melibatkan anak-anak itu dimobilisasi pihak-pihak tertentu. Ia berharap hal itu tidak terjadi lagi.


"Jelas ini pasti diarahkan, tidak mungkin mereka spontanitas. Hal seperti ini kita nggak menginginkan terjadi kepada anak," imbuh Irfan.

"Kita nggak inginkan anak-anak itu dieksploitasi untuk kepentingan tertentu karena mereka belum paham, belum mengerti karena usianya belum (cukup) untuk (jadi) pemilih," sambungnya.


Saksikan juga video 'Keponakan Prabowo Sambangi Balai Kota, Bahas Apa?':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed