DetikNews
Jumat 09 November 2018, 15:38 WIB

Timses Jokowi soal Politik Genderuwo: Mungkin Salah Satunya Prabowo

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Timses Jokowi soal Politik Genderuwo: Mungkin Salah Satunya Prabowo Abdul Kadir Karding (dok.pribadi)
FOKUS BERITA: Politik Genderuwo
Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menafsirkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal 'politik genderuwo'. Karding menduga ucapan itu ditujukan salah satunya ke capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

"Politik itu semestinya buat politik itu tenang, nyaman, bergembira, dan senang hati mendapatkan pendidikan. Itu yang disindir oleh Pak Jokowi. Jadi kalau... Pak Prabowo sering melontarkan pesimisme, pernyataan yang agitator dan propagandis terkait hal-hal yang menakutkan," kata Karding kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

"Mungkin salah satu yang disebut, yang dimaksud salah satunya Pak Prabowo," sambungnya.



Selain itu, Karding menyebut politikus yang menebar ketakutan dalam berpolitik adalah yang dimaksud dengan 'politik genderuwo'. Menurutnya, Jokowi sedang mengajak masyarakat memiliki optimisme.

"Rakyat mesti diberi pendidikan politik, mesti diberi pernyataan-pernyataan yang bisa dicerna oleh akal sehat sesuai dengan adat kebudayaan kita dan tentu memiliki makna optimisme ke depannya," ucap politikus PKB ini.



Sebelumnya, ungkapan 'politik genduruwo' disampaikan Presiden Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hari ini. Dalam kesempatan itu, dia menyebut saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya?" kata Jokowi.

Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai 'politikus genderuwo'.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya 'politik genderuwo', nakut-nakuti," tegasnya.


Simak Juga 'Catat! Timses Jokowi Komitmen Tak Akan Black Campaign':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)
FOKUS BERITA: Politik Genderuwo
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed