DetikNews
Jumat 09 November 2018, 13:07 WIB

KPK Bantu Kejati Jabar Tangkap Koruptor Kredit Rp 25 M

Ahmad Bil Wahid - detikNews
KPK Bantu Kejati Jabar Tangkap Koruptor Kredit Rp 25 M Foto: dok Istimewa
Jakarta - Tim koordinasi dan supervisi (korsup) penindakan KPK membantu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menangkap koruptor yang buron sejak 2016 bernama Didi Supriadi. Dia merupakan terpidana kasus korupsi terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"DS (Didi Supriadi) ditangkap di daerah Kerten, Laweyan, Surakarta di sebuah rumah kos," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Jumat (9/11/2018).

Didi ditangkap pada 8 November 2018 oleh tim KPK bersama tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta. Didi dipidana 8 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan sejak tahun 2016 karena terbukti melakukan korupsi KUR tahun 2010 di PT BNI SKC Bandung pada peternak sapi Grup Simpang Jaya Dua dengan plafon Rp 25 miliar.

Selain itu, Didi juga dihukum membayar uang pengganti Rp 12.305.510.632 subsider 5 tahun kurungan. Setelah ditangkap, Didi dibawa ke Bandung untuk dieksekusi.

"KPK memfasilitasi pencarian buronan sejak diterima permintaan bantuan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada bulan Januari 2016. Selama pencarian, DPO selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya," ucap Febri.

KPK Bantu Kejati Jabar Tangkap Koruptor Kredit Rp 25 MFoto: dok Istimewa





Tim KPK Juga Bantu Polisi Tangkap Buron Sejak 2014

Pada 19 Oktober 2018, tim korsup KPK juga membantu Polda Banten dan Polres Serang menangkap seorang tersangka bernama M Rusli. Dia merupakan Direktur Utama PT Aero Support Internasional yang telah menjadi buronan sejak tahun 2014.

Rusli disebut awalnya dijerat sebagai tersangka oleh Polres Talaud pada 2012 terkait penyalahgunaan dana subsidi penerbangan pada pemerintah Kabupaten Talaud tahun anggaran 2009 dan 2010. Nilai kerugian negara diduga sebesar Rp 1 miliar.

Setelah dijerat sebagai tersangka, Rusli kabur dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Keberadaannya kemudian diketahui berada di wilayah Cikande, Kabupaten Serang.

"Setelah dilakukan penangkapan kemudian tersangka dibawa ke Polres Serang untuk dilakukan pemeriksaan awal dan cek kesehatan, kemudian jam 2 pagi langsung diterbangkan ke Manado untuk proses lebih lanjut," kata Febri.

Menurut Febri, Rusli diketahui kerap bepergian ke Malaysia, Thailand, dan negara-negara lain. Dia pun menyayangkan institusi-institusi terkait yang seharusnya dapat mengecek status Rusli sebagai buron.

"Hal ini kami sayangkan karena seharusnya ada upaya menyeluruh dari instansi-instansi yang terkait agar tersangka yang DPO tidak lolos bepergian ke luar negeri," ucap Febri.


Saksikan juga video 'Data ICW: KPK Melejit Basmi Koruptor, Polisi-Kejaksaan Menurun':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed