DetikNews
Jumat 09 November 2018, 10:37 WIB

Daftarkan Hak Paten, Kerajinan Perak Celuk Bali Sudah Mendunia

Aditya Mardiastuti - detikNews
Daftarkan Hak Paten, Kerajinan Perak Celuk Bali Sudah Mendunia Foto: Kerajinan Celuk (dita/detikcom)
Gianyar - Desa Celuk, Gianyar, Bali sudah dikenal sebagai pusat kerajinan perak dan emas sejak masa lampau. Tak heran berbagai produk buatannya pun ikut mendunia.

"Untuk ekspor sudah ke Amerika, Eropa, Australia, kalau Asianya ke Jepang," kata Perbekel Desa Celuk Nyoman Rupadana di kantornya Jl Raya Celuk, Gianyar, Bali, Rabu (7/11/2018).

Ekspor itu dilakukan para pengusaha-pengusaha kerajinan perak baik kelas menengah maupun atas. "Ekspor itu dikirim pengusaha besar dan menengah, kalau pengrajin produknya dikirim ke pengusaha besar," terangnya.

Saat ini Desa Celuk sedang mengajukan hak paten berupa Indikasi Geografis yang sedang diproses Kementerian Hukum dan HAM. Pengajuan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian seni kerajinan yang telah diwariskan turun-temurun.

"Menginventarisir semua permasalahan perak, kami telusuri ada perak yang usianya lebih dari satu abad. Dulu dipakai untuk persembahan ke puri (kerajaan), sehingga apa yang menjadi hasil dari kami tempo dulu diminati raja. Di sana mulanya tertanam di Celuk ada kerajinan perak tahun 1915, kemudian limpahan pariwisata Bali 1930 mengangkat lagi (Celuk sebagai pengrajin perak)," kata Ketua Celuk Design Center (CDC) Made Megayasa di lokasi yang sama.

Berangkat dari temuan tersebut, Made mengatakan CDC mengajukan paten terhadap Indikasi Geografis Desa Celuk sebagai desa pengrajin perak dan emas. Harapannya, ke depan ada desain dan standar khusus untuk kerajinan perak di Celuk.

"Kami ingin juga memformulakan semuanya kami ingin mendesain awalnya, tata produksinya, SDM, bagaimana kita memasarkan. Dalam ranah yang besar itu kami ingin melegalkan dulu, ya melalui Indikasi Geografis ini," ucapnya.

Dalam pengajuan paten tersebut, motif yng disebut menjadi khas Desa Celuk yaitu motif Jawan, motif Bun, motif Buah Gonda, dan motif Liman Paya. Made menyebut dengan stempel atau label indikasi geografis Celuk, dia berharap para pengrajin bisa lebih rapi dan teliti dalam membuat produknya.

"Kita harapkan kerajinan Desa Celuk menyebar, tapi kerajinan Celuk Gianyar motif yang tadi itu. Ke depannya saya yakin masyarakat menginginkan yang berstandar, dengan indikasi geografis ini kita (pengrajin) diinstruksikan untuk bekerja rapi, sesuai SOP, dan kita harapkan kerajinan kita dicari masyarakat dunia, sambil kita melindungi budaya yang sudah ada," ujarnya.
(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed