DetikNews
Kamis 08 November 2018, 22:11 WIB

Penjelasan Imigrasi soal Isu Miring Pemeriksaan Maria Ozawa

Aditya Mardiastuti - detikNews
Penjelasan Imigrasi soal Isu Miring Pemeriksaan Maria Ozawa Imigrasi Bali memaparkan proses pemeriksaan Maria Ozawa/Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Denpasar -

Pemeriksaan Maria Ozawa yang dikenal dengan Miyabi oleh petugas Imigrasi Denpasar, Bali diwarnai isu miring. Mulai dari isu selfie, kendala petugas berbahasa Inggris hingga lari membawa kabur paspor Miyabi.

Pihak Imigrasi Bali menegaskan semua tudingan tersebut palsu. Imigrasi mengatakan semua yang dilakukan timnya sesuai prosedur keimigrasian yang berlaku.

"Bahwa dalam menanggapi pemberitaan ini kami tidak merasa kena batunya, apa yang kami laksanakan sesuai SOP tapi respons dari yang bersangkutan itu di luar kemampuan kami untuk membatasi. Kami mengambil kesempatan untuk mengadakan konferensi pers. Kami berharap pihak-pihak dapat memahami penjelasan kami secara utuh dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan ini merupakan tugas pokok dan fungsi keimigrasian," ujar Kepala Divisi Imigrasi Bali Agato Simamora menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jl Raya Puputan Niti Mandala, Denpasar, Kamis (8/11/2018).

[Gambas:Video 20detik]




Dia menegaskan selebaran party yang beredar itu menjadi dugaan awal pihak Imigrasi adanya pelanggaran. Karena itu, Imigrasi perlu melakukan klarifikasi.

"Terkait indikasi penerimaan uang, itu adalah entry poin kami mengapa, dan kenapa kami menurunkan tim. Fungsi kami adalah pengawasan terhadap kegiatan orang asing, bukan pesta ulang tahun, tapi kegiatan orang asing, ada unsur komersialisme. Namun kita juga harus mempunyai perspektif outward looking, memang itu di Indonesia hal yang belum lumrah, tapi di luar Bring Your Own (BYO) biasa sekali, undangan RSVP BYO itu biasa. Mereka bawa makanan, dikumpulin di meja, karena tidak teratur akhirnya ya sudahlah akhirnya membayar, ini Bali loh, tapi kita cenderung bahwa kita fokus kepada pelanggaran yang dilakukan oleh orang tersebut," paparnya.

Agato juga memaparkan proses penangkapan hingga pemeriksaan Miyabi. Mulai dari empat petugas yang menyamar ikut ke pesta hingga menunggu pesta usai untuk meminta keterangan ke Maria Ozawa terkait data yang dimiliki pihak imigrasi.

Setelah dilakukan klarifikasi, rupanya Miyabi tak mengetahui soal adanya biaya yang dibebankan penyelenggara pesta ke para tamu undangan, karena Miyabi mengaku datang sebagai teman.

"Tidak ada niat yang bersangkutan, tidak ada mens rea yang bersangkutan untuk komersialisme terhadap pesta ulang tahun. Sehingga kami dapat meyakini yang bersangkutan karena menggunakan visa kunjungan untuk wisatawan memiliki tiket kembali, tidak ada indikasi melakukan pelanggaran pidana maka kepala kantor segera memutuskan untuk melepaskan yang bersangkutan secara baik, dan tidak ada masalah komunikasi dalam hal bahasa Inggris, tidak ada masalah dalam komunikasi. Kami sampaikan bahwa ini prosedur yang dilakukan atas beberapa keterangan yang kami miliki, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan silakan pulang," paparnya panjang lebar.

Agato menekankan tak ada motif lain di balik pemeriksaan Miyabi. Sebagai petugas Imigrasi, wajar jika merasa perlu untuk melakukan pengecekan terhadap seorang warga negara asing.

"Penjelasan ini perlu kami tekankan ke masyarakat mengingat banyaknya pemberitaan yang simpang siur terkait keabsahan pelaksanaan tugas kami, bahwa di mata kami semua manusia, warga negara adalah sama di hadapan hukum dan bahwa selama tidak memiliki adanya memenuhi unsur-unsur pidana keimigrasian yang diatur dalam UU no 6 tahun 2009 dan tahun 2011 tentang keimigrasian maka yang bersangkutan dapat melanjutkan aktivitasnya dan keluar wilayah Indonesia tanpa pembatasan di luar hukum," ujar Agato.


(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed