DetikNews
Kamis 08 November 2018, 21:00 WIB

Permintaan Atiqah Ditolak, Hoax Ratna Sarumpaet Masuk Kejaksaan

Rivki - detikNews
Permintaan Atiqah Ditolak, Hoax Ratna Sarumpaet Masuk Kejaksaan Ratna Sarumpaet (Foto: Kanavino-detikcom)
Jakarta - Permintaan Atiqah Hasiholan agar sang ibu, Ratna Sarumpaet, menjadi tahanan kota ditolak polisi. Bahkan, berkas kasus hoax penganiayaan Ratna sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dirangkum detikcom, Kamis (8/11/2018), Atiqah Hasiholan berharap permohonan agar ibundanya, Ratna Sarumpaet, menjadi tahanan kota dikabulkan. Atiqah ingin kondisi Ratna semakin baik dan siap menghadapi persidangan.



Ini adalah kali kedua Atiqah Hadiholan mengajukan penangguhan penahanan untuk sang bunda. Apalagi kondisi Ratna Sarumpaet saat ini disebut alami depresi.

"Sebenarnya berkaitan dengan permohonan dari keluarga kami untuk pengalihan itu supaya ibu saya bisa recovery, dan juga lebih cepat dan juga itu baik untuk dirinya dan juga semakin siap untuk menghadapi persidangan nanti soalnya takutnya juga kan nanti di persidangan kondisinya makin lemah dan ya jadi sulit. Jadi tujuannya itu," kata Atiqah di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Tapi permintaan itu ditolak polsi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, memberikan jawaban dari pengajuan Atiqah Hasiholan dan keluarganya.



"Untuk permohonan pengajuan penahanan kota dari keluarga belum dikabulkan atau ditolak penyidik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Bahkan polisi sudah merampungkan pemberkasaan kasus Ratna dan telah dilimpahkan ke kejaksaan. Dengan begitu, kejaksaan sudah siap melakukan penelitian terhadap kasus Ratna.

"Setelah melakukan penyelidikan satu bulan lebih, penyidik sudah menyelesaikan pemberkasan. Ada 32 BAP tersangka dan saksi ahli, 63 barang bukti," ucap Argo.

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE. Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan.
(rvk/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed