Pendeta: Urus Perizinan Gereja, Pakai Uang Pelicin Dulu

Pendeta: Urus Perizinan Gereja, Pakai Uang Pelicin Dulu

- detikNews
Kamis, 25 Agu 2005 23:07 WIB
Bandung - Tempat tinggal yang dijadikan tempat ibadah ternyata memilik alasan tersendiri. Sebab, terkait permasalah perizinan dan uang pelicin. Waduh! "Tak jarang untuk mendapatkan perizinan tersebut pihak Kristiani mesti memberikan uang pelicin kepada aparat pemerintah dan keamanan di tiap daerah," kata Pendeta Albertus Patty seusai ditemui sebuah diskusi soal penghentian kekerasan atas nama agama di sebuah rumah makan, Jalan Surapati, Kamis (25/8/2005) di Bandung.Menurutnya, hingga kini ini pihak Kristiani mengalami kesulitan dalam mendapatkan perizinan untuk membangun sebuah tempat ibadah. Dirinya pun enggan untuk menyebutkan berapa nilai untuk memberikan uang pelicin kepada aparat pemberi izin tersebut. "Menakutkan bila uang pelicin tersebut menjadi komoditas preman yang memanfaatkan agama untuk melakukan penindasan," ungkapnya sengit. Kasus ini menurutnya juga terjadi di Bekasi dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.Terkait masalah perizinan membangun tempat ibadah, dirinya menilai agar pemerintah segera mencabut 2 SKB dari Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang dikeluarkan sejak Zaman orde baru tersebut.Pemerintah diharapkan untuk kembali kepada UUD 1945 perihal jaminan kebebasan memeluk agama. 2 SKB dari menteri tersebut menurutnya lebih berpijak pada prinsip toleransi bukan pada prinsip HAM dan hukum yang berdaulat."Sejak jaman SBY intensitas penutupan gereja semakin tinggi. Tolong pemerintah jangan diam saja. Termasuk juga para aparat hukum tolong berbuat sesuatu," ungkapnya.Saat ini menurutnya sudah dibentuk sebuah tim khusus untuk membuat sejumlah kronologis mengenai pemaksaan penutupan tersebut. Rencananya, tim tersebut akan membuat sejumlah laporan dan akan dilaporkan ke Komnas HAM.Pendeta Albertus Patty menyesalkan penutupan sejumlah gereja di Jawa Barat. Sejak 2005, gereja di Jawa Barat yang ditutup mencapai 20 lebih. Sedangkan jumlah total penutupan gereja di Jawa Barat sejak jaman orde baru sekitar 500 lebih. Hingga kini, ancaman dan teror pada jamaah Kristiani di Jawa Barat masih terjadi. Bahkan beberapa pendeta di Bandung masih mendapatkan teror secara fisik."Kemarin kejadian di Cimahi kita didatangi massa sekitar 600 orang lebih. Mereka membawa pentungan dan membuat pendeta kami ketakutan. Apalagi dipaksa untuk menandatangi penutupan gereja tersebut. Memang bukan tempat ibadah tapi tempat tinggal," bebernya. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini