"Siapa yang suka emosional atau marah-marah? Kan baru-baru ini kita disuguhi tontonan di Ponorogo dari seorang capres yang memarahi rakyat kecil yang agak gaduh ketika capres tersebut sedang berpidato, bukan?" ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan, Kamis (8/11/2018).
Dia juga menyinggung mobil Lexus milik Prabowo yang disebut bernilai miliaran rupiah. Tak hanya itu, Inas kemudian mengungkit kisahnya ketika pintu toilet digedor oleh pengawal Prabowo saat tengah buang air kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu siapa capres yang tinggi hati mendatangi rakyat kecil dengan mobil Lexus berharga lebih dari Rp 3 miliar yang rapat dan ulang tahun pun di Hotel Dharmawangsa yang supermewah?" kata Inas.
"Itu saja sudah cukup membuktikan bahwa Prabowo tidak memiliki kriteria pemimpin tegas dan tidak otoriter, lha wong cilik lagi kencing aja disuruh berhenti karena toilet mau dipake Prabowo, itu juga menjadi bukti bahwa Prabowo aslinya otoriter," sambungnya.
Inas, yang mengaku mendengarkan pidato Jokowi secara langsung, kemudian menjelaskan maksud pemimpin tegas tak otoriter yang disebutkan sang capres. Menurut dia, ketegasan harus diimbangi kerendahan hati.
"Harus dipahami bahwa tegas itu bukan emosional, melainkan diimbangi dengan kasih sayang dan rendah hati," tutur Inas.
Presiden Jokowi sebelumnya berbicara tentang pemimpin yang tegas tapi tidak otoriter saat memberikan pembekalan kepada caleg Hanura di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/11). Partai Gerindra menyebut sosok itu ada di diri Ketum Prabowo Subianto.
"Saya rasa tepat pernyataan Pak Jokowi itu bahwa Indonesia butuh pemimpin yang tegas tapi tidak otoriter. Dan itu ada di Pak Prabowo," klaim anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade. (tsa/dnu)











































