DetikNews
Kamis 08 November 2018, 13:55 WIB

Polisi Bongkar Sindikat Liquid Vape Ekstasi 'Reborn Cartel'

Isal Mawardi - detikNews
Polisi Bongkar Sindikat Liquid Vape Ekstasi Reborn Cartel Polisi membongkar sindikat narkotika 'Reborn Cartel'. (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Polisi membongkar sindikat narkotika 'Reborn Cartel'. Sindikat ini memproduksi liquid vape ekstasi.

"Hasil kerja sama antara Polda Metro Jaya dengan Rutan Cipinang dan Labfor Mabes Polri dan info dari masyarakat, 18 orang berhasil diamankan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jl Janur Elok VII QH5, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018).

Sindikat ini ditangkap di sejumlah lokasi yang juga menjadi tempat produksi liquid vape ekstasi. Liquid narkoba diproduksi di Jl Janur, Kelapa Gading. Setelah itu, liquid vape ekstasi dikemas di unit Apartemen Paladian Park.

"(Liquid ekstasi) dimasukkan ke dalam botol dan diberi label dan hologram," ujar Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak.





Setelah pengemasan produk, barang dibawa ke Apartemen Bassura untuk distribusi penjualan.

"Ini (lokasi 1) disewa atas nama BR, sudah berjalan 8 bulan. Apartemen Paladian berjalan 3 bulan. Apartemen Bassura berjalan 2 sampai 3 bulan," ujar Calvijn.

Liquid vape ekstasi dijual secara online lewat media sosial. Harganya Rp 340-450 ribu.

"Pendistribusian dengan dua cara, oleh ojek online dan jasa ekspedisi. Para pekerja ini, jika tidak mepet dan banyak pemesanannya, mereka kadang menyamar sebagai (driver) ojol," ujar Calvijn.



  Polisi membongkar sindikat narkotika 'Reborn Cartel'. Polisi membongkar sindikat narkotika 'Reborn Cartel'. (Isal Mawardi/detikcom)



Sedangkan sindikat Reborn Cartel disebut membuat 22 produk dari 2017 hingga 2018. Produk terakhirnya adalah liquid Illusion, pencampuran MDMA dan 5 Fluoro ADB ke dalam vape.

"Sementara ini sudah kurang-lebih 48 kota yang sudah dilakukan pendistribusian (liquid vape ekstasi). Pendistribusian secara online," sambung Calvijn.






Reborn Cartel dipimpin TY, HAM, dan VIN. TY sebagai founder, HAM sebagai bendahara, dan VIN sebagai pencari bahan ekstasi.

Mereka yang ditangkap terkait sindikat liquid vape ekstasi adalah DIL (23), AR (18), KIM (21), AG, TY (28), TM (21), SEP (22 ), VIN (26), BUS (26), DAN (28), HAM (20), BR (21), VIK (20), DW (25 ), DIK (24 ), AD ( 27), COK (35), dan ER.

Para pelaku dikenai Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU tentang Narkotika.

"Kita harapkan pemerintah meninjau ulang peraturan masuknya vape elektrik ke Indonesia. Jangan sampai membuat resah. Kalau perlu vape ini tidak boleh masuk ke Indonesia," ujar Argo.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed