DetikNews
Kamis 08 November 2018, 13:22 WIB

IAIN Palu Pasca-tsunami: AC-Meja Dijarah, Kuliah di Tenda

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
IAIN Palu Pasca-tsunami: AC-Meja Dijarah, Kuliah di Tenda Menristekdikti M Nasir memberikan kuliah umum di IAIN Palu, Kamis (8/11/2018). (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Palu - Ruang kuliah umum di kampus IAIN Palu yang dihadiri Menristekdikti Mohamad Nasir terasa panas. Kondisi di kampus ini belum normal sepenuhnya setelah diterjang gempa dan tsunami Palu.

Soal hawa panas ini, Rektor IAIN Palu Sagaf S Pettalongi sempat meminta maaf kepada M Nasir. Kuliah umum tanpa mesin pendingin udara (AC) karena dijarah seusai gempa dan tsunami pada akhir September lalu.

"Kita bersyukur kepada Allah, civitas academica IAIN Palu merasa sangat bahagia, gembira, dan bangga karena kita dikunjungi secara khusus oleh Menristekdikti. Selamat datang, Pak Menteri, di kampus kami yang apa adanya. Semoga tidak merasa gerah karena kepanasan," kata Sagaf membuka kuliah umum di kampus IAIN Palu, Jalan Diponegoro, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018).


Tenda darurat untuk perkuliahan di IAIN PaluTenda darurat untuk perkuliahan di IAIN Palu. (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)



Kampus IAIN Palu, menurut Sagaf, sedang berbenah. Kerusakan yang ada di kampus pascabencana juga diperbaiki.





"Kata orang yang sering ke Palu, cuacanya itu hanya ada 2, yaitu panas dan panas sekali. Kebetulan di ruangan kami ini, inilah satu-satunya ruang pertemuan yang tersisa dari tsunami sehingga bisa kami pakai untuk kesempatan ini," ujar Sagaf.

IAIN Palu meliburkan kegiatan perkuliahan selama satu bulan. Perkuliahan baru dimulai kembali terhitung sejak Kamis (1/11) dan berlangsung di tenda-tenda darurat.


Menristekdikti M Nasir memberikan kuliah umum di IAIN Palu, Kamis (8/11/2018)Menristekdikti M Nasir memberikan kuliah umum di IAIN Palu, Kamis (8/11/2018) (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)



"Ini ada beberapa hal, selain karena dahsyatnya gempa dan tsunami yang terdampak luar biasa, ada 2 hal yang kami rasakan begitu berat. Pertama, tsunami karena menerjang kampus kami dan ada 3 gedung yang hilang terbawa tsunami, yaitu gedung kuliah, gedung IT, dan gedung arsip. Nyaris semua arsip-arsip itu hilang," jelasnya.

Kampus IAIN juga menjadi sasaran penjarahan. Hampir semua perangkat yang ada di kampus digondol penjarah, dari AC, meja, hingga lebih dari 3.000 kursi.

"Oleh karena itu, kedatangan Bapak tentu sebuah supporting yang luar biasa untuk memberikan dukungan moril kepada civitas academica IAIN Palu. Dan inilah acara pertama pasca-tsunami yang kami lakukan secara resmi," kata Sagaf.

Sementara itu, Nasir dalam kuliah umumnya menyampaikan peran kampus di era revolusi industri 4.0. Nasir meminta kampus lebih kompetitif dalam penguatan riset dan inovasi.

"Publikasi internasional ini harus kita dorong terus. Yang menyebabkan Indonesia daya saingnya rendah adalah masalah inovasi. Karena inputnya dari risetnya rendah. Maka dari itu inovasi kita dorong," ujar Nasir.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed