Keaslian Supersemar Dilacak
Kamis, 25 Agu 2005 18:18 WIB
Jakarta - Rimba naskah asli Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) masih misterius. Keluarga almarhum M Jusuf, salah satu pelaku sejarah seputar peristiwa penyerahan Supersemar pun akan dimintai klarifikasi pada 30 Agustus 2005. "Tanggal 30 Agustus akan dilakukan klarifikasi terhadap keaslian fotokopi supersemar yang ada di ANRI klarifikasi akan dilakukan terhadap keluarga Pak Yusuf. Yang asli akan dilacak," urai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Taufiq Effendi. Hal ini disampaikan dia menjawab 'serbuan' pertanyaan anggota Komisi II DPR tentang keaslian naskah Supersemar di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Anggota Komisi II dari FPAN Andi Yuliani Paris menanyakan, sejauhmana upaya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menelusuri keberadaan Supersemar. "Ini penting dilakukan untuk melengkapi arsip dan sekaligus pelurusan sejarah karena selama ini masih kontrovesial," kata Andi.Pastor Saut Hasibuan dari FPDS juga menanyakan hal serupa. "Bagaimana dengan nasib supersemar yang asli," tanya Pastor.Ketua ANRI Djoko Utomo tetap akan mencari naskah Supersemar yang hilang. "Yang di ANRI hanya fotokopi. Yang asli tidak diketahui keberadaannya," imbuhnya.
(aan/)











































