Soal Reshuffle Kabinet
Djoko: Menlu Tak Perlu Diganti
Kamis, 25 Agu 2005 18:13 WIB
Jakarta - Menjelang evaluasi 1 tahun pemerintahan SBY, wacana reshuffle kabinet menguat. Posisi Menlu Hassan Wirajuda termasuk yang didesak dicopot. Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo menilai figur Hassan tetap dibutuhkan di Deplu."Dia sudah berani melakukan reformasi internal di tubuh Deplu," kata Djoko Susilo kepada detikcom di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Menurut dia, kerja Hassan kerap direcoki departemen lain. Ia mencontohkan Ditjen Imigrasi dan Departemen Perdagangan adalah pihak yang mengganggu kerja Hassan. "Mereka menginginkan setiap KBRI ada atase imigrasi dan perdagangan. Padahal, ini kan pemborosan," keluh Djoko.Hal-hal seperti inilah, tambah Wakil Ketua FPAN ini, kerja Hassan menjadi tidak maksimal. "Bagaimana mau kerja bagus kalau direcoki terus," tegasnya.Ia meminta SBY tetap mempertahankan Hassan menjadi Menlu. "SBY justru yang harus menertibkan aparat di bawahnya untuk tidak merecoki Deplu. Bagaimana pun keberhasilannya dalam reformasi deplu harus diapresiasi," ujar Djoko.Usul pergantian posisi Menlu dilontarkan Ketua DPP Partai Golkar, Agus Gumiwang. Hassan dinilai sudah tidak cocok untuk mengikuti tren dunia diplomasi saat ini. Masuknya RUU mengenai Pepera Papua di Kongres AS dianggap adalah kesalahan terbesar Hassan yang tidak mampu mendeteksi.
(asy/)











































