Penutupan Gereja di Bandung
Gus Dur Siap Digugat FPI
Kamis, 25 Agu 2005 17:48 WIB
Jakarta - Gugatan FPI soal penutupan gereja di Bandung disambut hangat Gus Dur. Bahkan mantan Presiden RI ini pun mengajukan syarat: yang kalah harus bubar graaak!"Dibawa ke pengadilan lebih bangus lagi. Tetapi konsekuensinya yang kalah harus bubar," kata Gus Dur di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2005).Gus Dur tetap menyakini FPI berada di balik penutupan 23 gereja di Bandung. "Bagaimana tidak terlibat wong ketua FPI Jabar tanda tangan kok, ngakunya saja nggak. Silakan menuntut. Saksinya banyak. Yang menyuruh siapa akan kelihatan," urainya.Gus Dur menilai SBY terlalu lunak menghadapi aksi FPI selama ini. ""Kenapa terlalu lunak, karena takut. Itu yang saya heran. FPI itu kecil, kenapa ditakuti," komentarnya.Seperti diberitakan, Front Pembela Islam (FPI), Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP), dan ormas Islam lainnya beserta masyarakat telah melakukan penutupan terhadap 23 gereja di Bandung. Aksi ini dilakukan terhitung sejak November 2002 hingga 21 Agustus 2005 yang menimpa Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot. Hal ini membuat Gus Dur turun tangan. Dia meminta SBY menindak tegas. Jika tidak, banser pun siap dikerahkan. FPI pun tak terima. Mereka balas akan menuntut Gus Dur yang dinilainya telah menyebarkan fitnah.FPI juga menyangkal menutup gereja. Mereka mengaku hanya menutup rumah yang dijadikan gereja liar dan tidak mendapatkan izin warga setempat.
(aan/)











































