Menkes Tengok Kampung Kumuh
Kamis, 25 Agu 2005 17:44 WIB
Jakarta - Ingin melihat secara langsung penderitaan masyarakat di daerah kumuh, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melakukan kunjungan mendadak di Beting Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.Lokasi perkampungan kumuh ini berada di belakang Islamic Center Jakarta Utara, Kamis (25/8/2005). Menkes yang didampingi Dirut PT Askes Orie Andari Sutadji juga membagi-bagikan kartu asuransi kesehatan masyarakat miskin (Askeskin).Perkampungan kumuh ini dulunya adalah empang yang dijadikan hunian semipermanen berbahan seng dan kayu dengan ukuran 3x3 meter. Dalam satu petak kamar ala kadarnya itu rata-rata dihuni oleh sekitar delapan hingga 10 orang.Mirisnya lagi, kamar itu dikontrakkan dengan harga yang sangat tidak sebanding, yakni Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu per bulannya. Padahal kehidupan warga sudah serba pas-pasan. Apalagi sebagian besar warga adalah pengangguran.Perkampungan dengan jumlah populasi sekitar 500 KK ini, hidup dalam lingkungan yang sangat memprihatinkan, baik dari segi kesehatan atau kelayakan.Bayangkan! Kondisi jalan di sekitar perkampungan tersebut masih digenangi air empang yang berwarna keruh. Baunya pun menyengat. Kondisi ini jelas jauh dari persyaratan untuk mencapai tingkat kesehatan yang baik. Warga mengakali kondisi ini dengan menggunakan papan kayu untuk melintas dari jalan menuju rumahnya.Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Menkes pun membagi-bagikan kartu Askeskin kepada warga."Kunjungan kerja ini saya lakukan setelah ada laporan tentang 38 kasus gizi buruk. Kami ke sini untuk membagikan kartu Askeskin agar mereka bisa berobat secara gratis," tutur Menkes.Dia juga mendatangi rumah Warno yang anaknya, Desi (1), terkena gizi buruk. Namun ibu menteri yang mengenakan busana blazer abu-abu gelap ini tak kuasa berkata-kata ketika melihat kondisi Desi yang kurus kering."Saya hanya bisa mendata mereka supaya mereka terpantau sebagai keluarga yang miskin," ujar Menkes dengan nada lirih.Menurut Dirut PT Askes Orie Andari Sutadji, pihaknya sudah siap memberikan segera kartu Askeskin kepada semua warga miskin, tidak hanya untuk warga Kampung Beting Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara."Kita bekerjasama dengan LSM peduli balita dan kesehatan yang menyediakan data keluarga miskin. Kami juga membawa alat cetak dan foto kartu Askeskin di mobil, sehingga mereka bisa langsung membuat kartunya di lokasi," tutur Orie.Selain membagikan kartu Askeskin dan menemui balita penderita gizi buruk, Menkes juga menyempatkan diri untuk menyosialisasikan imunisasi polio di posyandu setempat."Saya ingatkan kepada ibu-ibu untuk membawa anaknya ke posyandu pada 30 Agustus nanti untuk diimunisasi polio," imbau Menkes di tengah-tengah warga yang mengerumuninya.
(ahm/)











































