Keluarga Cak Nur Pasrah
Kamis, 25 Agu 2005 17:09 WIB
Jakarta - Berpasrah pada Tuhan. Akhirnya hanya itu yang bisa dilakukan manusia setelah semua upaya dilakukan. Begitu juga kini yang dilakukan keluarga cendekiawan muslim Nurcholish Madjid (Cak Nur). "Kita semua pasrah. Kita serahkan pada Allah. Tapi kami tetap berharap yang terbaik bagi kondisi Cak Nur," kata istri Cak Nur, Omni Komaria Madjid saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jalan Metro Duta, Pondok Indah, Jakarta, Kamis (25/8/2005). Cak Nur saat ini dirawat di ruang 4403, Gedung C RS Pondok Indah. Direktur Eksekutif RSPI Hermansyur Kartowisastro menuturkan, kondisi Rektor Universitas Paramadina itu saat ini sangat kritis dan serius. Omni yang saat ditemui wartawan mengenakan kerudung menjelaskan, RSPI mengusulkan agar Cak Nur dirawat di inkubator. Usul ini kemudian dikonsultasikan ke Rumah Sakit Universitas Nasional (National University Hospital/NUH) Singapura yang pernah merawat Cak Nur. "Tim dokter Singapura menyatakan keberatannya. Katanya gak usah pakai inkubator, biar dia menikmati hidupnya. Let him die peacefully," kata Omni.Salah seorang kerabat Cak Nur menuturkan, pria yang pernah berencana ikut konvensi Golkar itu dibawa kembali ke RS Pondok Indah karena kesulitan makan. Setiap kali makan, pria kelahiran Jombang itu muntah-muntah. "Jadi mengalami dehidrasi sehingga dilarikan ke RSPI agar mendapatkan perawatan," katanya.
(iy/)











































