Maluku Tagih Hasil Pengusutan Ormas Diduga Terkait Kerusuhan

Maluku Tagih Hasil Pengusutan Ormas Diduga Terkait Kerusuhan

- detikNews
Kamis, 25 Agu 2005 16:16 WIB
Jakarta - Pemerintah pusat diingatkan untuk segera mengumumkan hasil pengusutan terhadap beberapa ormas yang diduga terkait kerusuhan Maluku.Hal ini disampaikan Gubernur Maluku Karel Albert Rahalatu dalam rapat Malino II yang membahas perdamaian Ambon di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Rapat dipimpin Wapres Jusuf Kalla dan dihadiri para tokoh masyarakat dan anggota eksponen Maluku untuk Malino II."Saya mengingatkan pusat agar segera mengumumkan hasil investigasi tim independen yang ditugaskan untuk mengusut beberapa ormas yang diduga terkait dengan berlarutnya kerusuhan sosial di Maluku yang mulai meletus pada 19 Januari 1999 lalu," kata Karel kepada wartawan usai rapat.Ormas yang dimaksud adalah Front Kedaulatan Maluku (FKM), Republik Maluku Selatan (RMS), Kristen RMS, Laskar Jihad, dan Laskar Kristen."Kelompok ini selama kerusuhan melakukan berbagai tindakan yang mengakibatkan masih berlarut dan meluasnya kerusuhan di Maluku, seperti pelanggaran HAM dan pengalihan agama secara paksa," urai Karel.Investigasi terhadap kelompok-kelompok tersebut, lanjut dia, dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Sehingga merupakan kewenangan pemerintah pusat pula untuk mengumumkannya kepada masyarakat."Untuk itu kami percayakan sepenuhnya kepada pemerintah pusat untuk menindaklanjutinya," ujar Karel.15 Ribu PengungsiSoal pengembalian pengungsi ke tempat tinggalnya masing-masing, menurut Karel, akan selesai pada 25 Desember 2005. Saat ini masih terdapat 15 ribu pengungsi korban kerusuhan yang tersebar di berbagai titik di Maluku."Untuk pengembaliannya telah dianggarkan dana Rp 160 miliar, yang nantinya akan digunakan sebagai dana untuk pemberdayaan para pengungsi di kampung halamannya. Harta benda mereka sudah habis-habisan karena kerusuhan," katanya.Realisasinya, tutur Karel, ada yang dalam bentuk bahan bangunan untuk membangun rumah, ada juga dalam bentuk perumahan sederhana, alat-alat produksi seperti pertanian untuk petani, dan alat penangkapan ikan untuk nelayan. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads