DetikNews
Rabu 07 November 2018, 17:58 WIB

Pengusaha di Sumsel Setuju Truk Batu Bara Wajib Lewat Jalan Khusus

Raja Adil Siregar - detikNews
Pengusaha di Sumsel Setuju Truk Batu Bara Wajib Lewat Jalan Khusus Truk angkut batu bara melintas di Kota Palembang. (Raja/detikcom)
Palembang - Pengusaha tambang batu bara di Sumatera Selatan sedang fokus menyiapkan jalan khusus untuk angkutan batu bara. Persiapan ini dilakukan setelah pergub yang membolehkan angkutan batu bara melewati jalan umum dicabut.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumatera Selatan (APBS) Andi Asmara mengatakan pihaknya menargetkan 120 km jalan khusus selesai dan beroperasi tahun depan. Bahkan jalan khusus telah dibangun dalam 2 tahun terakhir.

"Kami sudah bangun jalan khusus sejak 2 tahun lalu, lokasinya belum bisa kami sebutkan dulu karena nanti harga tanah di sana melonjak. Tapi yang jelas, kami setuju sudah jadi kebijakan pemerintah," kata Andi seusai acara diskusi dengan Gubernur Sumsel, Rabu (7/11/2018).



Andi memastikan jalan tersebut berada tidak jauh dari jalan khusus yang saat ini telah beroperasi dan dikelola oleh Titan Group. Lokasinya di Jalan Servo, Desa Tanjung Jambu, Lahat.

Sambil menunggu pembangunan jalan khusus selesai, batu bara saat ini diangkut lewat Jalan Servo. Hal ini disebabkan mulai besok truk batu bara tidak boleh lagi melintasi jalan umum, baik siang maupun malam hari.

"Kami tak keberatan menggunakan jalan khusus sesuai dengan regulasi pemprov, tapi kami tetap mengkaji untung-rugi jika harus pakai Jalan Servo, yang ini dikelola oleh Titan Group saat ini," kata Andi.



Bahkan, saat ini banyak pengusaha yang berharap Titan tak mematok tarif mahal. Jadi pengusaha tak terbebani tarif angkutan batu bara di jalan khusus tersebut dan dikelola apa adanya.

"Kami prinsipnya yang penting batu bara bisa sampai tujuan dan di-handle dengan baik. Tidak masalah jalannya seperti apa, tapi memang idealnya harus diaspal sih," kata Andi.

Semua pengusaha, lanjut Andi, berharap ada jalan khusus agar tambang sampai tujuan tanpa biaya yang mahal. Begitu juga keberadaan jalur angkutan batu bara melalui kereta api.

"Selain jalan khusus, sebenarnya ada juga jalur angkut melalui kereta api. Tetapi ya itu, PT KAI belum siap untuk mengangkut batu bara milik para penambang Sumsel yang mencapai 3,5 juta ton," katanya.

"Jalan khusus harus ada, jarak tempuh dari tambang menuju pelabuhan cukup jauh dan bisa sampai 200 km. Berbeda dengan tambang di daerah Kalimantan yang paling jauh cuma 40 km," tutupnya.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed