'Ditodong' Biaya Bersalin, Menkes Rogoh Kocek Rp 500 Ribu

'Ditodong' Biaya Bersalin, Menkes Rogoh Kocek Rp 500 Ribu

- detikNews
Kamis, 25 Agu 2005 16:14 WIB
Jakarta - Wajah Karcemi berseri-seri meski sempat terkesima sesaat. Bagaimana tidak girang. Dia berkeluh-kesah kepada Menkes Siti Fadilah Supari karena tidak sanggup membayar biaya persalinan. Eh, Menkes langsung merogoh koceknya.Kisah Karcemi berawal ketika Menkes mengunjungi Kampung Beting Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (25/8/2005).Menkes hendak membagi-bagikan kartu asuransi kesehatan masyarakat miskin (Askeskin) di kampung kumuh tersebut.Saat sedang berbincang-bincang dengan dengan seorang warga, tiba-tiba ada seorang ibu muda yang menghampiri Menkes. Tanpa tedeng aling-aling, ibu muda yang akhirnya diketahui bernama Karcemi itu langsung mengeluarkan unek-uneknya."Ibu, saya baru sepuluh hari melahirkan di posyandu. Biaya persalinannya Rp 300 ribu. Kami tidak punya uang. Bayi saya boleh dibawa pulang, tapi KTP suami saya ditahan. Untuk menebus KTP harus bayar biaya persalinan." Begitu curhat Karcemi kepada Menkes.Tak dinyana, setelah mendengar cerita Karcemi, Menkes langsung memanggil seorang stafnya yang membawa tas. Menkes pun mengeluarkan dompet warna hitam dari dalam tas, lalu mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan. Uang itu pun langsung diserahkan Menkes kepada Karcemi.Mungkin karena kaget bukan kepalang, Karcemi tampak terkesima, meski tangannya tetap meraih lembaran warna merah yang masih halus mulus itu."Ibu, ini untuk tebus biaya persalinan dan lebihnya untuk pengobatan. Nanti ibu didata ya, biar dapat kartu Askeskin," ujar Menkes kepada Karcemi yang masih ternganga tak percaya.Menkes kemudian langsung bergegas pergi mengunjungi warga yang lain, dan meninggalkan Karcemi yang tampaknya tak mampu berkata-kata. Sementara warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa mesem-mesem dan menggoda Karcemi dengan memberikan ucapan selamat."Waduh saya senang sekali dibantu biaya ini. Saya belum tahu itu kartu Askeskin untuk apa. Tapi saya mau ikut didata biar bisa berobat gratis," ujar Karcemi dengan terbata-bata saat dimintai tanggapannya oleh detikcom.Sorot mata Karcemi tampak masih berbinar-binar sambil terus menggenggam erat lima lembar duit bergambar Soekarno itu. Ah...benar-benar hari yang indah untuk Karcemi. (ahm/)


Berita Terkait