Pakai Jaket Boyband BTS, Yenny Wahid Kampanyekan Love Your Self

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 07 Nov 2018 14:22 WIB
Foto: Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. (Yulida-detikcom)
Jakarta - Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menggunakan jaket boyband asal Korea Selatan Bangtan Boys (BTS) saat mengisi acara Indonesia Emas 2045. Alasannya Yenny ingin mengampanyekan 'love your self'.

"Saya pakai baju BTS, tahu nggak? Di sini siapa yang tahu BTS? Grup band Korea yang sekarang nomor 1 di dunia dalam waktu 24 jam downloadnya 45 juta ngalahin Taylor Swift, tadinya Taylor Swift yang paling berjaya sekarang BTS ini," kata Yenny di Universitas Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

"Kenapa saya pakai ini karena mereka sekarang salah satu ambasador untuk Unicef, terutama dengan slogannya love your self. Menurut saya ini adalah sebuah kekuatan yang sangat masif yang bisa digerakkan untuk kepentingan bersama," imbuhnya.


Yenny menilai anak milenial dapat mencontoh sisi positif dari kampanye Love Your Self alias mencintai diri sendiri. Dia mencontohkan di media sosial anak muda menghadapi tantangan fenomena tidak percaya diri dan ingin bunuh diri yang diduga karena depresi mendapat kritik di media sosial. Karena itu, Yenny menilai kampanye mencintai diri sendiri ini berdampak baik bagi anak milenial.


Tonton video: BTS Boyong 5 Penghargaan di 2018 MBC Plus X Genie Music Awards

[Gambas:Video 20detik]



"Jadi kemudian mulai ada keingintahuan dan campaign love your self untuk anak muda menerima diri apa adanya. Sekarang generasi sosmed, kritik banyak bertebaran di sosmed. Orang ngomong sesukanya dan buat anak muda tidak percaya diri dan tingkat bunuh diri lebih tinggi di zaman sosmed dibanding sebelum ada sosmed. Anak-anak harus dibiasakan menerima dirinya apa adanya. Ketika dicemooh dia punya sistem nilai mencintai dirinya sendiri agar menjadi imunitas terhadap virus bullying yang ada di sosmed," ujarnya.

Yenny mengaku membeli jaket tersebut secara online. Dia berpesan bagi anak milenial untuk peduli pada lingkungan dan memberikan solusi pada persoalan di sekitarnya.


Selain itu, Yenny meminta agar anak muda berhati-hati dengan komentar di media sosial. Sebab, bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri ketika jejak digitalnya buruk saat ingin melamar pekerjaan.

"Berhati-hati dengan jejak digital kita. Jangan berpikir dengan buat akun anonim kita bisa ngomong sesukanya. Karena rekam jajak akan tetap ada dan bisa diangkat lagi beberapa tahun lagi ketika cari kerja, ternyata karakter sesungguhnya terlihat dari komentar-komentarnya yang negatif," ucapnya. (yld/idh)