DetikNews
Rabu 07 November 2018, 07:05 WIB

Durian Boleh Masuk Kargo Pesawat, Asalkan...

Jabbar Ramdhani - detikNews
Durian Boleh Masuk Kargo Pesawat, Asalkan... Ilustrasi durian (Foto: Istimewa)
Jakarta - Bau durian yang menyengat dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta menimbulkan protes dan membuat penerbangan tertunda. Penerbangan dengan membawa durian sebenarnya tidak dilarang, hanya saja ada ketentuan yang mesti dipenuhi.

"Untuk diketahui teman-teman sejauh dikemas baik, kedap bau (bau menyengat tidak merebak kemana-mana), tidak ada masalah bawa durian di kargo," kata pengamat penerbangan Alvin Lie lewat keterangan tertulisnya, Selasa (6/11/2018).

Dia mengatakan mengangkut durian dibolehkan selama tidak melampaui Maximum Take Off Weight. Alvin mengatakan hal itu bukan pelanggaran selama tidak membahayakan.


"Jadi yang patut dipersoalkan adalah jika bau durian itu bocor dan mengganggu penumpang," ujar Alvin yang juga anggota Ombudsman RI ini.

Alvin tak sepakat bila disebutkan jumlah berat durian yang dibawa dengan tragedi kecelakaan pesawat Mandala Airlines PK-RIM yang gagal take off di Bandara Polonia, Medan, pada 2005 lalu.

Dia mengatakan kecelakaan Mandala bukan disebabkan kargo yang dipenuhi durian. Kecelakaan disebabkan sayap pesawat yang belum diatur sesuai konfigurasi untuk tinggal landas. Saat itu sirip pesawat (flap) belum diturunkan.


"Dengan konfigurasi seperti itu, pesawat butuh kecepatan yang lebih tinggi dan jarak luncur yang lebih panjang di landasan pacu. Sayangnya pilot tidak menyadari bahwa konfigurasi tersebut belum terpenuhi, sehingga mencoba menerbangkan pesawat secara normal," ujar dia.

"Akibatnya pesawat gagal tinggal landas walau sudah mencapai ujung landasan pacu," imbuh Alvin.

Soal investigasi penyebab kecelakaan Mandala Airlines itu sudah diumumkan KNKT lewat situsnya. Lembaran investigasi itu ada sebanyak 83 halaman.


Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyatakan membawa barang dengan bau menyengat dibolehkan di pesawat asal sesuai standard operational procedure (SOP). Kemenhub meminta pihak maskapai dan pengelola bandara mengacu pada SOP yang berlaku demi kenyamanan penumpang.

"Membawa durian, terasi, ikan asin, dan barang berbau menyengat ke pesawat memang tidak dilarang, karena durian tidak termasuk kategori dangerous goods. Namun, dalam penanganannya, ada SOP dan harus mengacu pada SOP tersebut," kata Plt Dirjen Perhubungan Udara M Pramintohadi lewat keterangan, Selasa (6/11/2018).

Dia mengatakan bandara dihadirkan untuk memudahkan masyarakat membawa komoditas suatu daerah ke daerah lainnya. Pramintohadi mengatakan durian sebagai komoditas Bengkulu sudah diangkut pakai pesawat sejak 2015.


"Salah satu tujuan dibangunnya bandara adalah membantu masyarakat mengangkut hasil bumi di daerah mereka secara cepat dan ringkas. Boleh saja mengangkut komoditas seperti durian, terasi, ikan asin, dan barang lain yang mempunyai bau khas dan menyengat. Namun, yang harus diperhatikan adalah proses pengemasannya sampai loading kargo tersebut ke bagasi pesawat harus sesuai dengan SOP yang berlaku. Jangan sampai penumpang merasa tidak nyaman dengan bau-bauan yang ditimbulkan," jelas Pramintohadi.

Informasi soal bau durian di pesawat itu jadi viral lewat unggahan Road Manager band Steven and The Coconut Treez, Amir Zidane, di Facebook. Amir menyebut aroma durian yang menyengat membuat penumpang memprotes awak kabin hingga akhirnya penumpang turun dari pesawat.

Dia menyebut sempat ada perdebatan antara penumpang dan petugas hingga akhirnya durian diturunkan dari pesawat. Setelah itu, barulah pesawat diterbangkan.
(jbr/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed