Giliran Filipina Berlakukan Kebijakan Hemat Energi
Kamis, 25 Agu 2005 14:52 WIB
Jakarta - Hemat energi yang dicanangkan pemerintah Indonesia diikuti pula oleh negara tetangga. Filipina juga mengumumkan langkah untuk mengurangi konsumsi energi pemerintah.Kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu mengatasi tingginya harga minyak mentah dunia. Beberapa tim "audit energi" akan dikerahkan untuk menerapkan aturan baru tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/8/2005).Kebijakan ini mencakup penurunan temperatur pendingin udara (AC) di kantor-kantor hingga keharusan untuk mematikan komputer yang tidak dipakai. Ini semua ditujukan untuk mencapai target Presiden Gloria Macapagal Arroyo mengenai pemangkasan energi pemerintah hingga 10 persen. "Tim-tim audit energi akan memulai pemeriksaan di kantor-kantor pemerintah, akademi dan universitas-universitas serta perusahaan-perusahaan milik negara untuk memastikan bahwa mereka memenuhi ketentuan ini," ujar Menteri Energi Filipina Peter Abaya.Sesuai aturan hemat energi ini, gedung-gedung pemerintah diinstruksikan untuk menyetel unit-unit AC ke suhu 25 derajat Celcius serta mematikannya satu jam sebelum jam kantor berakhir. Langkah ini dianggap penting karena sekitar 70 persen dari biaya listrik di kantor-kantor Filipina berasal dari pemakaian AC.Filipina mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya sehingga harga minyak dunia yang saat ini tengah melonjak, sangat membebani negeri Asia Tenggara itu. "Kita tidak bisa mengontrol harga minyak, tapi kita bisa mengontrol komitmen kita akan konservasi energi dan langkah-langkah efisiensi," tandas Arroyo dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional.
(ita/)











































