Nyatakan Dukungan, Sutradara Nia Dinata Temui Ma'ruf Amin

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Selasa, 06 Nov 2018 18:46 WIB
Sutradara Nia Dinata di rumah cawapres Ma'ruf Amin. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Sutradara film Nia Dinata dan presenter Melissa Karim sowan ke kediaman cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Keduanya ingin mengenal lebih dekat sosok Ma'ruf.

"Saya sih pasti mendukung (Jokowi). Tapi kalau sudah lebih kenal, bisa ngobrol, pasti jadi lebih tahu kan pemikiran-pemikiran beliau seperti apa. Jadi saya pikir kesempatan sore ini saya senang sekali diajak untuk ngobrol," kata Nia di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).


Dia menyebut pelan-pelan akan mengajak koleganya sesama sutradara film dan para artis mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. Menurutnya, ajakannya itu harus didukung aksi dari Jokowi-Ma'ruf dalam merebut suara masyarakat agar mendukungnya.

"Jadi pasti pelan-pelan aku akan mencoba seperti apa yang aku rasakan. Karena aku merasa perlu bisa ngobrolin apa aja bersama Pak Kiai, jadi mudah-mudahan nanti ada kesempatan lain orang-orang film bisa merasakan hal yang sama," ujarnya.

Nyatakan Dukungan, Sutradara Nia Dinata Temui Ma'ruf AminArtis Melissa Karim di rumah cawapres Ma'ruf Amin. (Wildan/detikcom)

Sementara itu, Melissa Karim mengatakan, untuk memilih calon, masyarakat harus mengenal sosok calon tersebut. Karena itu, kata Melissa, kesempatan berbincang dengan calon ini dinilai penting.

"Kenapa aku mau bertemu langsung karena kalau mau memilih pemimpin menurut aku itu harus kenal dengan orang yang kita pilih. Jadi kalau ada kesempatan untuk tahu lebih tentang calon pemimpin kita kenapa nggak," kata Melissa.


Dalam pertemuan itu, Melissa menyebut Ma'ruf sebagai sosok yang menyenangkan dan sering bercerita. Dia mengatakan sejauh ini kepemimpinan Presiden Joko Widodo dapat dirasakan masyarakat.

"Supaya untuk yakin itu kita menganjurkan teman-teman, para milenial juga mungkin cari tahu calon pemimpin kita track record-nya seperti apa dan dia visinya sama nggak seperti visi kamu sebagai calon pemimpin. Apakah dia melakukan hal-hal yang selalu logis atau dia suka melakukan hal-hal yang dipertanyakan," pungkasnya. (idh/idh)